Cari Berita berita lama

Republika - Menang Tender Usai Shalat

Jumat, 6 Oktober 2006.

Menang Tender Usai Shalat












Prinsip pertama: bersedekah dan bergantung hanya kepada Allah SWT. Prinsip itu yang dipegang pengusaha muda dr Fahmi Darmawansyah MM. Pria kelahiran Jakarta 16 Desember 1971 yang sudah berbisnis sejak di bangku SMA ini mengaku sama sekali tidak takut usahanya akan bangkrut kalau kita benar-benar bersedekah semata karena Allah Ta'ala. Suami dari bintang sinetron dan bintang iklan Ineke Koesherawati ini tak lagi sedang berteori. Ia sudah kenyang dengan pengalaman nyata yang dirasakannya. ''Pokoknya, nggak ada orang yang bersedekah semata-mata karena Allah SWT, semata-mata lillahi ta'ala dan nggak ada aspek riya-nya, kemudian jatuh bangkrut. Itu yang dari dulu ditekankan betul sama Bapak almarhum. Pokoknya bergantung kepada Allah bukan kepada yang lain-Nya,'' ujarnya. Bendahara Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini bercerita, pada zaman Orde Baru, ada sebuah tender proyek besar. Di zaman itu, aroma kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) selalu tercium dari proyek-proyek senila!
i itu. Berbeda dengan pengusaha lain yang berusaha 'menyervis' sang pejabat, Fahmi malah melaksanakan shalat Jumat dan bersedekah. Ia sendiri pesimis, bakal memenangkan tender proyek tersebut. ''Saya ijin dulu mau shalat Jumat, sementara yang lain meneruskan bermain golf,' kenangnya. Tak disangka, tender itu dimenanginya. Bungsu dari 10 bersaudara pasangan Abu Bakar Ibrahim dan Saidah Abu Bakar ini mengaku beruntung mendapat bekal pendidikan agama yang sangat kuat dari almarhum ayahnya. ''Bapak, nggak memberi harta kepada anak-anaknya. Yang dikasih pendidikan sama agama, itu pegangannya dari almarhum. Kalau Tuhan sudah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin, istilah Alqurannya Kun fa yakun (Jadilan, maka jadilah),' tambahnya. Yang dirasakannya, hatinya merasa 'plong' jika sudah menyerahkan urusan kepada Allah dan bergantung sepenuhnya kepada-Nya. ''Buat saya, decision maker itu Allah, bukan pemilik tender. Kalau Allah udah dipegang, hati orang bisa digerakkan. Keyakinan!
ini sudah lama tertanam,'' papar Fahmi. Prinsip kedua: boleh !
bandel t
api tetap memegang agama. Prinsip ini adalah milik orang tua Fahmi. Anak-anaknya bukan anak-anak yang penurut. Bila sedang berdiskusi, rumah mereka di kawasan Menteng itu akan sangat ramai. maklum saja, keluarga ini memiliki 10 orang anak. ''Dalam keluarga saya, prinsipnya bandel boleh tapi jangan yang bertentangan dengan agama. Misalnya berantem masih ditoleransi, tapi, yang mabuk-mabukan, mencuri, itu pantang,' ujarnya. Masalah tauhid dan akidah sangat ditekankan. Ketika kecil, ia pernah diseret sang ayah saat menonton pertunjukan debus. 'Beliau takut anaknya percaya dukun,' kenangnya. Walaupun menjadi anak Menteng, Fahmi kecil adalah anak yang mendapat bimbingan agama yang kuat dari kedua orang tua. ''Sejak kecil sudah didik agama sama keluarga. Shalat berjamaah di rumah,' ujarnya. Tiap Jumat, tak ada cerita dia membolos mengaji. Bapak saya sangat keras kalau untuk urusan agama... Prinsip ketiga: membawa keluarga menjadi sakinah mawwadah warrohmah. Perkenalannya dengan!
Ineke Koesherawati yang kini menjadi ikon wanita berjilbab, sekitar tahun 2000. Sejak kali pertama bertemu, Fahmi sudah mengajak Ineke ngobrol soal agama, padahal waktu itu baru kenal dan belum pacaran. ''Pertama kali ketemu Ineke sudah ngomong soal agama. Kebetulan kakaknya dia, teman saya. Waktu itu kita diskusi agama, ngomong agama tapi lucu. Masalah shalat kita bahas tapi pakai joke. Misalnya ketika sedang nonton ramai-ramai, lalu masuk waktu shalat Maghrib, kita keluar. Kami menyebut: 'Mau ngadep Bos dulu',' ia terkekeh. Dalam pandangan Fahmi, sebenarnya Ineke memiliki dasar agama, hanya saja bergaul dengan lingkungan yang jauh dari agama. Bagi Fahmi yang memang sudah sedari kecil menerima pendidikan agama yang kuat dari keluarga, menyampaikan dakwah dan memberi contoh wajib dilakukan oleh umat Islam kepada siapa saja. Dua tiga kali bertemu, mereka saling tertarik. Mereka bersepakat membina rumah tangga. Inneke kemudian memutuskan untuk berjilbab. Ia sangat mengharga!
i keputusan calon istrinya itu. Ia mengimpikan keluarga yang s!
ejahtera
, penuh berkah, dan penuh kasih sayang. Dan ia kini mewujudkannya. n dam Fahmi Darmawansyah Lahir : 16 Desembar 1971 Ayah : Abu Bakar Ibrahim Ibu : Saidah Abubakar Istri : Ineke Koesherawati Pendidikan : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Magister Manajemen Universitas Indonesia Aktivitas: Bendahara IDI Pusat Wakil Ketua Majelis Ekonomi Muhammadiyah Pusat Anggota Kadin Anggota ICMI
(dam )

No comments:

Post a Comment