Cari Berita berita lama

Republika - Pakistan Bersiap Sambut Mantan PM

Senin, 10 September 2007.

Pakistan Bersiap Sambut Mantan PM






Pemerintah merasa memiliki pembenaran untuk mengusir Sharif.





ISLAMABAD - Pemerintah Pakistan bersiap 'menyambut' kepulangan mantan PM Nawaz Sharif dari pengasingannya. Sehari menjelang kedatangan Sharif, pemerintah memperketat keamanan di bandara-bandara utama dan melarang unjuk rasa. Pemerintah juga dilaporkan telah menangkap ratusan pendukung Syarif. Menurut rencana, Sharif tiba di Pakistan hari ini (10/9) untuk kembali ke kancah politik. Rencana kepulangan ini menyusul keputusan Mahkamah Agung yang memberikan izin baginya untuk pulang. Syarif secara terbuka menyatakan akan menjegal Presiden Pervez Musharraf yang menggulingkannya melalui kudeta tak berdarah pada 1999. ''Saya akan kembali ke Pakistan pada 10 September dengan adik saya karena negara membutuhkan saya. Saya akan memimpin rakyat Pakistan melawan kediktatoran,'' kata Sharif dalam sebuah konferensi pers di London, Inggris, Sabtu (8/9). Sharif meminta Musharraf untuk menghentikan upaya menutup jalannya kembali ke Pakistan. ''Mengapa Musharraf begitu takut hingga meli!
batkan negara tetangga, Arab Saudi. Saya adalah warga Pakistan, dan kembalinya saya bertujuan menyelematkan negara,'' katanya. Di Pakistan, para pendukung Syarif dilanda kekhawatiran pemimpinnya itu akan ditangkap saat turun dari pesawat. Apalagi, pengadilan, atas desakan pemerintah, telah membuka kembali kasus korupsi yang dituduhkan kepadanya. Pengadilan juga telah mengeluarkan surat penangkapan Shabhaz, adik Nawaz Sharif, atas kasus pembunuhan. Sejumlah media bahkan melaporkan pemerintah telah menyiapkan sel khusus bagi Sharif di sebuah bangunan benteng dari abad ke-16. Sejumlah pejabat menyatakan pemerintah bisa segera mengembalikan Sharif ke Arab Saudi, tempat pengasingannya, begitu ia tiba di Pakistan. ''Sharif mestinya menghargai komitmennya untuk tak kembali,'' kata Menteri Informasi, Muhammad Ali Durrani. Sharif sebelumnya pernah menyampaikan komitmen kepada pemerintah Arab Saudi untuk tak kembali ke Pakistan selama sepuluh tahun sejak pengasingannya pada 2000. Pe!
merintah Saudi beberapa waktu lalu juga mendesak Sharif untuk !
tak mene
ruskan rencananya kembali ke Pakistan. Desakan tak hanya dilontarkan Arab Saudi. Saad Hariri, politisi Lebanon yang putra mendiang PM Rafiq Hariri, saat berkunjung ke Islamabad, Sabtu (8/9), mendesak Sharif menghormati kesepakatan saat ia diasingkan ke Arab Saudi. ''Sebuah kesepakatan telah dibuat untuk meyakinkan terwujudnya kondisi yang stabil di Pakistan,'' ujar Hariri setelah melakukan pertemuan dengan Musharraf. Menurut kesepakatan, Sharif, yang divonis hukuman penjara seumur hidup karena pengelakan pajak, dibebaskan pada Desember 2000. Namun, ia dan keluarganya harus mengasingkan diri selama 10 tahun. ''Raja Abdullah (Raja Arab Saudi) mengeluarkan Sharif dari penjara dengan perjanjian ini,'' kata Hariri. Kepala Badan Intelijen Arab Saudi, Muqrin bin Abdul Aziz, yang juga mengunjungi Islamabad, berharap Sharif menghormati dan tak melanggar kesepakatan yang telah dibuat. Ini, katanya, atas dasar kepentingan nasional Pakistan. Seorang pejabat senior Pakistan menyatakan k!
omentar Hariri dan Muqrin menjadi dukungan moral bagi pemerintah terkait rencana kepulangan Sharif. Pemerintah, kata dia, kini memiliki pembenaran untuk mengirimkan kembali Sharif ke Arab Saudi. Saad Rafiq, salah satu pemimpin teras Partai Liga Muslim Pakistan pimpinan Syarif, mengatakan kelompoknya tak akan menyurutkan niat untuk menyambut Sharif meski pemerintah telah menangkap ribuan anggotanya. Ia menegaskan pihaknya akan tetap mengerahkan orang dalam jumlah besar menuju bandara. Juru Bicara Partai Liga Muslim Pakistan, Ahsan Iqbal, pemerintah telah menangkap lebih dari 2.000 pendukung Syarif di Punjab selama empat hari terakhir. Ikhtisar: - Sehari menjelang kedatangan mantan PM Nawaz Sharif, pemerintah Pakistan memperketat keamanan bandara dan melarang unjuk rasa. - Pemerintah diperkirakan akan mengembalikan Sharif ke Arab Saudi, tempat pengasingannya. - Syarif bertekad mengakhiri kekuasaan Presiden Musharraf pada pemilu mendatang.
(ap/afp/fer )

No comments:

Post a Comment