Senin, 27 Agustus 2007.
Iskandariah Kota Tersembunyi 1000 SM
Kota legendaris, Iskandariah (Alexandria), didirikan oleh Iskandar Agung ketika ia bertualang menaklukkan dunia. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bekas kota tersembunyi di dalam air yang sudah ada tujuh abad sebelum Iskandar Agung membangunnya. Iskandariah dibangun di tepi Laut Mediterania, di wilayah Mesir, pada 332 Sebelum Masehi untuk mengabadikan Iskandar Agung. Iskandariah diketahui sebagai kota terbesar di dunia di masa itu. Iskandariah diketahui dikembangkan dari pemukiman Rhakotis atau Ra-Kedet, pemukiman yang diduga sebagai kampung nelayan yang sederhana, di masa Dinasti Ptolemy. Tapi, tujuh balok kotoran dari dasar pelabuhan Iskandariah memberi petunjuk bahwa di tahun 1000 Sebelum Masehi, daerah itu telah menjadi pusat kota yang telah maju. Ahli arkeologi pesisir dari the Smithsonian's National Museum of Natural History, Amerika Serikat, Jean-Daniel Stanley, dan koleganya, mengeduk secara hati-hati 2-5,5 meter sedimen di kedalaman 6,5 meter di bawah air!
selebar 7,5 cm. Iskandariah sekarang adalah rumah bagi empat juta orang. Mengumpulkan contoh kotoran purba di dasar pelabuhan adalah sebuah tantangan. ''Kami dalam posisi tak beruntung dengan adanya kotoran warga kota, kotoran industri, yang dibuang ke pelabuhan,'' ujar Stanley. Dari sedimen yang diambil, diketahui ada unsur keramik kualitas tinggi yang, sepertinya, digunakan untuk konstruksi bangunan. Bahan-bahan bangunan sepertinya didatangkan dari tempat lain di Mesir. Ini menunjukkan adaya pemukiman yang baik sebelum Iskandar Agung datang. ''Iskandariah dibangun di atas kota yang dulu pernah ada, dan mungkin benar-benar penting,'' ujar dia. Area ini menjadi wilayah purba bagi bangsa Yunani, bangsa Phoenic, dan sebagainya. Kota Iskandariah sekarang merupakan wilayah yangmembentang sepanjang 32 km di sisi Laut Mediterania. Dulu, ia pernah dijadikan sebagai ibu kota Mesir untuk beberapa tahun, sampai bangsa Arab menaklukkan Mesir pada 641 Masehi. Pemerintahan Ottoman mem!
bangun ibu kota baru di Fustat, yang kemudian disebut Kairo. G!
ubernur
Mesir, Muhammad Ali, membangun kembali kota Iskandariah sebagai bagian awal program industrialisi di Mesir pada 1810.
(pry/livescience/wikipedia )
No comments:
Post a Comment