Cari Berita berita lama

Republika - Bulan Madu Pasangan Tua

Jumat, 13 Juni 2008.

Bulan Madu Pasangan Tua












BERN - Ajang Piala Eropa menjadi pameran pasangan-pasangan muda untuk saling berbagi romantis di hadapan publik. Namun, Clair Simpson dan Nicole Simpson tak mau kalah dengan anak-anak muda yang kata mereka romantis yang ditonjolkannya tidak selembut yang mereka miliki. Usia keduanya di atas 70 tahunan dan tak malu-malu bergandeng tangan, berpelukan, dan saling menyuapi makanan sebelum dimulainya laga Swiss melawan Cheska. ''Kami baru nikah enam bulan lalu dan memang berencana bulan madu ke Swiss sambil nonton bola. Jadi wajar kalau kami masih tampak romantis melebihi para anak-anak muda,'' kata Clair dengan bangganya. Meski Swiss tergolong negara bebas, namun tetap saja jika ada pemandangan ganjil seperti yang ditampilkan pasangan Simpson itu selalu menjadi perhatian. Beberapa suporter Spanyol malah menggoda keduanya untuk berpose lebih mesra dan diambil gambarnya. Clair dan Nicole pun tak sungkan menerima permintaan mereka. ''Biar mereka senang dan semakin iri meli!
hat kami,'' kata Clair. Nicole pun tersenyum lebar, penuh manja. erd Nistelrooy dkk. 'Jebol' Kruidvat ZURICH -- Jangan gabungkan bisnis dengan hasil akhir sepak bola. Ini pelajaran penting yang dipetik perusahaan retail, Kruidvat. Perusahaan yang berbasis di Belanda dan Belgia ini merugi karena membuat penawaran diskon harga berdasarkan hasil pertandingan. Pihak Kruidvat tampaknya begitu yakin Belanda tidak akan berbuat banyak menghadapi Italia, Selasa (10/6) lalu. Fakta bahwa sudah tiga dasawarsa lebih Belanda tidak mampu menang atas tim Azzuri diramalkan akan terus berlanjut. Mereka pun menawarkan potongan harga 150 dolar AS bagi pembeli layar komputer dari setiap gol yang dibuat tim Oranye. Harga normalnya 600 dolar AS. Keputusan bisnis yang berbuah pahit bagi Kruidvat yang dikenal dengan motto ''selalu mengejutkan, selalu lebih murah''. Belanda tampil perkasa lewat gol Ruud van Nistelrooy, Wesley Sneijder, dan Giovanni van Bronckhorst. Tidak disebutkan angka pasti b!
erapa layar komputer yang terjual. Kruidvat hanya menyebutkan !
beberapa
ratus barang terjual dengan harga 150 dolar AS, karena Belanda mencetak gol. Penawaran ini akhirnya ditarik setelah pihak perusahaan kewalahan melayani pelanggan. Mes menyatakan perusahaannya meminta maaf terhadap pelanggan yang kecewa karena gagal mendapatkan barang dengan harga spesial tersebut. afp/isr
( )

No comments:

Post a Comment