Minggu, 2 Juli 2006.
Bermula dari Kesukaan Makanan Jepang
Bermula dari kesukaan keluarganya menyantap makanan Jepang, akhirnya terpikir oleh Yolanda Yonosoepetro untuk membuka kafe makanan Jepang, yang bakal dikembangkannya menjadi resto. ''Kenapa tidak mencoba membuka resto makanan Jepang saja?'' katanya ketika itu kepada kedua anaknya, Nofri (27) dan Farhan (10), yang langsung menyetujui ide sang ibu. Jadilah pada April 2006 Yolanda membuka catering dan resto Jepang yang diberinya nama Kafe Akuzuka di Jl Kemang Raya No 120 Jakarta Selatan. ''Namanya sebenarnya Akusuka. Saya dapat inspirasi nama itu dalam tidur. Agar mirip dengan bahasa Jepang lalu saya plesetkan menjadi Akuzuka,'' kata wanita kelahiran Surabaya, 7 Januari 1960 ini. Sebenarnya, sebelum membuka bisnis catering dan resto Jepang, Yolanda telah banyak makan asam garam menggeluti berbagai bisnis sejak ia berhenti bekerja secara total dari sebuah perusahaan swasta pada 1996. ''Saya berbisnis apa saja yang penting halal dan menghasilkan. Sekarang saya juga bisnis!
pakaian dalam dan membuka travel,'' ujarnya. Yolanda memilih tempat usaha Kafe Akuzuka di kawasan elit Kemang karena di sana banyak kegiatan bisnis. ''Di kawasan Kemang banyak terdapat kafe dan resto lokal maupun internasional dan sering dijadikan pilihan untuk tempat pertemuan bisnis. Mereka pula yang menjadi target pengunjung Kafe Akuzuka,'' kata mantan Putri Remaja Majalah Gadis tahun 1975 ini. Menurutnya, hidangan yang disajikan di Kafe Akuzuka sebenarnya tidak murni masakan Jepang, tapi lebih tepatnya masakan Jepang ala Indonesia. ''Makanannya tidak Jepang banget, tapi dijamin taste Jepangnya tidak hilang,'' kata Yolanda yang juga menjamin lezatnya makanan Kafe Akuzuka, Jepang-Indonesia. Menu andalan yang ditawarkan di Kafe Akuzuka, menurut Yolanda, adalah Tempura, Chiken Katsu Curry Rice, Cawan Mushi, Tokoyaki, Shabu-Sahbu, Yakiniku dan Sukiyaki. Selain itu, ada Yaki Udon, Beef Curry Rice, Miso Shiru, Age Dashi Tofu, Kroket, Dim Sum, Club House Sandwich, Calamary Rin!
g, Skin Salmon Salad, Green Salad dan Kani Salad. Untuk menu I!
ndonesia
ditawarkan Nasi Goreng Ikan Asin dan Nasi Goreng Siput. Sedangkan minumannya ada Ocha (Japanese Tea), Milk Shake, Fruit Punch, aneka jus dan soft drinks. Bumbu masakannya, aku Yolanda, selain bumbu import yang dibeli dari supermarket Jepang di Indonesia, juga ada yang buatan sendiri. Sedangkan untuk daging sapi import dari Australia. ''Kalau semuanya lokal, taste Jepangnya tidak pas,'' ujarnya. Prosedur taste makanan Jepangnya, tambahnya, sudah ada yang sesuai petunjuk darinya. ''Saya kasih petunjuk soal taste,'' tambah Yolanda yang terjun langsung mengelola usahanya dan memegang kendali di marketing. Bisnis resto dan katering, menurut Yolanda, memiliki potensi yang sukar padam. ''Makanan itu merupakan kebutuhan. Apalagi harga makanan yang kami tawarkan terbilang murah untuk ukuran resto Jepang,'' ujarnya. Yolanda mengaku mengeluarkan modal awal untuk membuka Kafe Akuzuka ini sebesar Rp 300 juta. ''Biaya itu untuk sewa tempat, pembelian alat-alat kichen, meja dan kursi,'' t!
ambahnya. Ia mempekerjakan delapan orang, yakni dua orang koki, empat orang waiters dan dua orang tenaga administrasi. Saat ini, katanya, yang diperlukan adalah membangun image. Caranya, melakukan berbagai promosi, baik di media massa maupun melalui brosur-brosur. Namun, yang paling efektif, menurutnya, adalah promosi dari mulut ke mulut, dan khusus pemasaran catering dengan melakukan lobi-lobi. Ia optimis Kafe Akuzuka akan terus berkembang. ''Insya Allah akan maju,'' tambah perempuan yang sangat suka masak sejak remaja ini. Menurutnya, Kafe Akuzuka cocok juga untuk keluarga. ''Tapi, selama buka pengunjung tidak hanya keluarga. Banyak juga dari kalangan pebisnis dan anak-anak muda,'' katanya. Untuk pengembangan ke depan, ia berencana membuka Kafe Akuzuka di beberapa mal di Jakarta. Kehidupan yang dijalaninya saat ini, tambahnya, lebih menantang dibandingkan ketika ia masih aktif bekerja. ''Sebenarnya dari dulu saya memang ingin sekali mempunyai usaha sendiri. Alasannya, say!
a bisa bekerja namun saya tidak meninggalkan keluarga, bahkan !
kalau pe
rlu seluruh potensi keluarga ikut membantu,'' katanya. Sebagai ibu rumah tangga, Yolanda mengaku tidak bisa hanya berkeha-leha. ''Asal badan sehat saya pasti melakukan suatu pekerjaan,'' ujarnya. ''Walau sesibuk apapun, waktu untuk keluarga adalah nomor satu. Yang penting waktu bisa banyak bermanfaat buat keluarga,'' tambahnya. Yolanda yakin semua kegiatan positif yang dilakukannya dalam hidup ini akan membuahkan kebaikan. ''Hidup yang membuat kita bahagia itu datang dari diri sendiri. Jadi, apapun pekerjaan yang kita lakukan itu harus didasari dari rasa senang,'' katanya. Ia berprinsip, hidup adalah melakukan kebaikan-kebaikan bagi orang lain. n rusdy nurdiansyah Nama: Yolanda Yonosoepoetro. Tempat, tanggal lahir: Surabaya, 7 Januari 1960. Pendidikan: SMK. Alamat usaha: Kafe Akuzuka, Catering & Resto, Jl Kemang Raya No 120, Jakarta Selatan. Kontak bisnis: (021) 71791424.
( )
No comments:
Post a Comment