Selasa, 26 Pebruari 2008.
ASEAN Goes to School, Menyadarkan Anak Muda
YOGYAKARTA -- Generasi muda Indonesia dinilai belum memiliki kesadaran tentang peran mereka dalam Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Sehingga, sering terdengar komentar pesimistis mengenai kesiapan generasi muda bergabung dalam Komunitas ASEAN pada 2015. Kondisi tersebut disebabkan minimnya informasi yang mereka peroleh tentang kegiatan ASEAN. Selain itu, jangkauan kegiatan ASEAN kurang banyak menyentuh generasi muda Indonesia. ''Karena itu diperlukan kegiatan komunikasi yang intensif mengenai ASEAN. Sekaligus untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia menuju terbentuknya Komunitas ASEAN yang tinggal sembilan tahun lagi,'' kata staf Departemen Luar Negeri (Deplu), Faisal Chery, didampingi Tri Aryadi dan Hermawan Janu, di sela-sela program ASEAN Goes to School, di Yogyakarta, Senin (25/2). Sebagai koordinator program, Faisal menjelaskan, ASEAN Goes to School dirancang Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Deplu. Secara berkelanjutan mengunjungi SMP dan SMA di selu!
ruh Indonesia, seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Malang, Jember, Bandung, Pontianak, dan Gianyar. Di Yogyakarta, ASEAN Goes to School dilakukan di beberapa sekolah seperti SMAN 1, SMAN 3, SMU Muhammadiyah I, dan SMPN 5 pada 21-25 Februari 2008. Di Kota Gudek itu, Faisal dan kawan-kawan didampingi dua Duta Muda ASEAN-Indonesia 2007 asal Yogyakarta, yaitu Andiputera Sparingga dan Menur Adhiyasasti. Ikuti mendampingi, alumni program Ship for South East Asian Youth Program (SSEAYP). Mereka adalah Happy Hartono, Wiwit Prasetyo, dan Mitha Program dikemas dalam acara yang santai dengan pemutaran DVD kartun mengenai ASEAN, pengalaman para Duta Muda ASEAN dan anggota SSEAYP kepada para siswa, serta dilanjutkan tanya jawab. ''Para siswa tampak sangat antusias dan kritis,'' kata Faisal.
(hep )
No comments:
Post a Comment