Rabu, 14 Pebruari 2007.
Korea Utara Setuju Hentikan Program Nuklir
Iqbal Fadil - detikcom
Beijing -
Korea Utara menyetujui penutupan fasilitas nuklirnya dalam tempo dua bulan untuk ditukar dengan minyak bakar. Ini sebagai bagian kesepakatan perundingan maraton yang dilakukan enam negara selama beberapa hari.
Perunding China, Wu Dawei, mengatakan, satu konsensus penting telah dicapai pada perundingan, yang akan dilanjutkan di Beijing 19 Maret mendatang untuk membuktikan bahwa perjanjian tersebut dilaksanakan seperti yang disepakati.
"Ini merupakan hasil penting dan tahapan yang solid bagi perundingan-perundingan enam negara, dan bagi Semenanjung Korea yang bebas nuklir," kata Wu seperti dikutip AFP, Selasa (13/2/2007).
Korea Selatan, AS, China, Rusia dan Jepang hampir selama empat tahun membujuk Korut melalui berbagai perundingan. "Perkembangan ini membuat perundingan-perundingan berhasil," imbuh Wu.
Berdasarkan kesepakatan itu, Korut diberi waktu 60 hari untuk menghentikan reaktor nuklirnya di Yongbyon, dan mengizinkan pemeriksa nuklir PBB untuk kembali ke negaranya.
Sementara Korut juga segera menerima kompensansi atas kesepakatan ini berupa pengiriman pertama minyak bakar sebanyak 50.000 ton.
Menanggapi hasil perundingan ini, utusan Amerika Serikat (AS) menyatakan akan menindaklanjuti dengan perundingan-perundingan langsung mengenai hubungan-hubungan diplomatiknya dengan Korut dan mulai memikirkan untuk mencabut negara tersebut dari daftar negara-negara teroris.
"Ini adalah tindakan tahap awal yang penting," kata utusan AS, Christopher Hill.
(
bal
/
bal
)
No comments:
Post a Comment