Rabu, 26 November 2008.
BEKASI, RABU - Lelaki korban pembunuhan disertai mutilasi, yang mayatnya ditemukan dalam koper dan tanpa kepala di Pantai Muara Bendera, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, pada Rabu pagi, diduga pengusaha. Pasalnya, korban berkulit putih bersih dan terlihat terawat.
'Mungkin dia pengusaha, sepertinya dari kota,' kata seorang polisi seusai mengevakuasi korban mutilasi ke Polsek Muara Gembong, Rabu (26/11) petang tadi. 'Korban juga bukan muslim karena tidak disunat,' ujarnya menambahkan.
Ketika informasi itu dikonfirmasikan ke Kepala Polres Metro Bekasi Kabupaten, AKBP Herry Wibowo, Herry menyatakan dugaan itu mungkin saja. Namun untuk memastikannya, kata Herry, jasad korban harus diperiksa dan diketahui identitasnya.
Menurut Herry, pelaku mutilasi sengaja memisahkan kepala dan tangan korban dengan maksud menghilangkan identitas korban. 'Kami menimbau agar warga yang kehilangan anggota keluarganya menghubungi polisi,' kata Herry.
Seperti diberitakan, Rabu pagi tadi ditemukan koper berisi potongan tubuh laki-laki. Koper itu mengapung sekitar satu kilometer dari Pantai Muara Bendera, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.
Potongan tubuh laki-laki itu tidak utuh dan diyakini sebagai korban pembunuhan disertai mutilasi. Korban dipotong pada bagian leher, kedua pergelangan tangan, dan kedua kaki sebatas lutut. Di dalam koper tersebut hanya ada bagian tubuh dan kedua kakinya sementara kepala dan kedua tangan hilang.
Koper berisi jasad korban mutilasi itu ditemukan Nadi dan tiga nelayan dari kampung setempat saat mereka memeriksa sero, atau perangkap kepiting, di Pantai Muara Bendera, sekitar pukul 06.30.
Potongan tubuh dan kaki itu dibungkus tas plastik hitam berukuran besar kemudian bungkusan itu diikat tali plastik hijau. Bungkusan itu dimasukkan ke dalam koper besar warna coklat bermerek Polo Super.
Dari pemeriksaan petugas identifikasi Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kabupaten, korban diperkirakan dibunuh kemudian dibuang antara dua atau tiga hari sebelum ditemukan. Lelaki korban pembunuhan disertai mutilasi itu diperkirakan berusia antara 30 tahun sampai 40 tahun dengan tinggi badan kira-kira 165 sentimeter.
Belum ditemukan ciri-ciri khusus di tubuh mau pun potongan kaki korban. Namun polisi curiga, laki-laki yang menjadi korban pembunuhan itu berasal dari kalangan berada dan bukan muslim karena kulitnya putih dan terawat serta tidak disunat. Korban dimutilasi dengan pisau yang tidak tajam karena ditemukan beberapa luka sayatan, antara lain di atas lutut.
Cokorda Yudhistira
No comments:
Post a Comment