Selasa, 28 September 2004.
Lebih dari Sejuta Pemilih di Sumatera Barat Tak Berikan SuaraPADANG -- Sebanyak 1.099.948 pemilih yang terdaftar di Komisi Pemilih Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat sebagai peserta pemilihan presiden putaran kedua, ternyata tidak memberikan suara mereka pada 20 September lalu. Angka tersebut berarti mencapai 35 persen dari seluruh jumlah pemilih yang terdaftar. Tidak ikutnya mereka mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk memberikan suara diduga kuat sebagai ekspresi untuk memilih bersikap golput (golongan putih).
"Mereka yang golput di Sumbar bukan dengan merusak kertas suara, tetapi sengaja tidak mendatangi TPS," ungkap Ketua KPU Sumatera Barat Muftie Syarfie, di sela-sela persiapan rekapitulasi hasil perhitungan suara pemilihan presiden putaran kedua Sumatera Barat di kantornya, Senin (27/9).
Menurut Muftie, dari 2.912.958 pemilih yang terdaftar di Sumatera Barat sebagai peserta pemilihan presiden putaran kedua, hanya 1.813.010 pemilih yang ikut mencoblos. Dari angka itu, 1 persen di antaranya suara rusak yang diduga juga sebagai bentuk ekspresi memilih golput.
Padahal, dalam pemilihan presiden putaran pertama, 5 Juli lalu, dari 2.956.042 pemilih yang terdaftar, 2.049.788 pemilih ikut mencoblos. Artinya, hanya sekitar 27 persen yang tidak ikut mencoblos.
Alasan tidak memilih pun beragam. Menurut Mufti, banyaknya pemilih yang menggunakan hak pilihnya diperkirakan karena pemilih pemula seperti siswa SMU yang baru menamatkan sekolahnya menumpuk di Padang.
Selain itu, juga karena calon presiden yang akan dipilih sudah gugur di putaran pertama. Pada pemilihan presiden putaran pertama, pasangan Amien Rais-Siswono Yudohusodo memperoleh 40 persen suara, yaitu 741.811 dari 2.049.788 suara sah. Mereka kemudian memilih golput.
Pada putaran kedua ini, pasangan SBY-Kalla menang telak dengan perolehan 84,4 persen suara dan pasangan Mega-Hasyim hanya memperoleh 15,6 persen.
Banyaknya pemilih yang tidak memberikan suaranya atau bahkan tak mendatangi TPS juga diakui Ketua KPU Kota Padang Endang Mulyani. Di kota Padang, 37 persen pemilih tak memberikan suaranya. "Saya sempat survei ke beberapa tempat saat pemilu lalu dan ditemukan banyak warga yang tidak mau memilih karena pasangan Amien-Siswono tidak lolos. Jadi, mereka menyampaikan pilihan hati nurani mereka dengan tidak ikut memilih," ujarnya.
Kecenderungan tidak memilih di pemiliha presiden putaran kedua ini tidak hanya marak di Sumatera Barat. Di Banten, sekitar 25 persen dari jumlah pemilih tidak memberikan suara mereka. Menurut anggota KPU Provinsi Banten, Indra Abidin, tingginya angka pemilih yang tidak memilih ini disebabkan beberapa hal, seperti keengganan warga untuk datang ke TPS, dan pemilih datang, tetapi surat suaranya rusak, baik dengan sengaja atau tidak sengaja membuat kesalahan saat mencoblos.
Kota Jember di Jawa Timur juga mengalami tren yang sama. Sekitar 28,65 persen pemilih tidak memberikan suara mereka. "Dengan tidak lolosnya beberapa pasangan capres menuju pemilihan presiden putaran kedua itu, dia melanjutkan, para pendukung capres itu memilih untuk tidak menyalurkan hak suara mereka," ujar Ketua Pokja Perhitungan Suara KPU Kabupaten Jember M. Eksan menjelaskan alasannya. Tetapi, ada juga berbagai alasan lain, seperti pelaksanaan pemilihan hingga tiga kali berturut-turut membuat orang enggan untuk datang.
Angka golput ataupun tidak memilih yang tinggi juga dicapai Solo, Jawa Tengah. Dari data yang diperoleh pekan lalu, hampir seperempat pemilih di kota Solo juga memilih tidak memberikan suara. Data di KPU Solo memang belum menyebutkan berapa jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya. Namun, dari jumlah surat suara yang sah, diketahui bahwa dari 383.222 pemilih yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap, ada 90.091 atau 23,5 persen pemilih yang tidak memberikan suara. Mereka terdiri atas pemilih yang sengaja tidak menggunakan haknya dan ada pemilih yang suaranya rusak.
Ketidakhadiran pemilih ke TPS terlihat di banyak tempat seperti di TPS XII yang terletak di Ponpes Al-Muayyad, Mangkuyudan, Purwosari, Solo. Dari 314 pemilih yang terdaftar di TPS tersebut, yang hadir ke TPS hanya 21 orang. Dari 21 pemilih itu, ternyata juga masih ada lima suara yang dinyatakan rusak. febrianti/faidil akbar/mahbub djunaidi/imron rosyid
No comments:
Post a Comment