Sabtu, 4 Desember 2004.
Aturan Mengkonsumsi Vitamin CBulan Desember dijuluki banyak musim. Mulai dari musim buah-buahan dari durian, rambutan, mangga, hingga musim hujan yang menimbulkan penyakit musiman seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan mulai mewaspadai datangnya penyakit demam berdarah.
Di Jakarta, ISPA yang terbesar banyak dialami adalah penyakit batuk, pilek, dan radang tenggorokan. Menurut Dr. Kenny Amir, Kepala Puskesmas Kecamatan Setiabudi, untuk menghindari penyakit ini harus dilakukan tindakan pencegahan, yakni minum vitamin C dalam jumlah 300 cc untuk orang dewasa. "Tidak perlu vitamin C dosis tinggi, kecuali bila sudah parah baru dikonsumsi 1.000 cc, itu pun tidak perlu setiap hari," kata ketua tim dokter dalam acara pengobatan gratis Indofood kepada 400 orang penduduk di wilayah Kuningan Timur, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Ia menyebutkan, cara mengkonsumsi vitamin C juga ada aturannya. Sebaiknya diminum pada pagi atau siang hari. Karena bila baru diminum malam, vitamin akan masuk dalam darah dan menarik kalsium dari tubuh sehingga menciptakan batu ginjal. Minum vitamin C juga sebaiknya dilakukan setelah makan. "Ada baiknya jangan lebih dari dua jam sebelum makan.
Dari 40 persen penduduk Setiabudi yang diberi pengobatan gratis, diketahui penyakit yang diderita adalah gatal-gatal dan sakit otot. Sementara itu, pengobatan mencakup pemeriksaan gula darah, pemeriksaan tulang belakang, dan tensi darah. "Udara panas sebelum hujan kemarin itu sangat sedikit memuat oksigen sehingga menimbulkan gatal-gatal."
Menurut wanita yang energetik ini, untuk menciptakan lingkungan sehat dan terhindar dari bahaya penyakit demam berdarah, sejak dua minggu terakhir ini di wilayahnya diciptakan bunyi-bunyian setiap jam selama 30 menit, yang konon untuk menghindari pertumbuhan nyamuk. Ini merupakan antisipasi pencegahan penyakit demam berdarah se-DKI Jakarta. evieta
No comments:
Post a Comment