Cari Berita berita lama

detikcom - Puisi Ginandjar untuk Jubah Merah

Selasa, 29 April 2008.
Puisi Ginandjar untuk Jubah Merah
Gagah Wijoseno - detikcom

Jakarta -
Sembilan jubah merah adalah dewa-dewa pembawa cerah Para pengawal konstitusi yang gagahSembilan jubah merah bukan drakula-drakula haus darahBukan penjaga konstitusi yang membuat rakyat marahItulah petikan puisi yang dibacakan Ketua DPD RI Ginandjar Kartasasmita. Usai dibacakan, gerr pengunjung langsung membahana di dalam ruangan. 9 Anggota majelis hakim konstitusi yang mengenakan jubah warna merah juga langsung melempar senyum.Puisi tersebut dibacakan Ginandjar dalam sidang uji materiil UU No 10/2008 tentang pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD, di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2008)."Terima kasih atas pidatonya yang sangat meyakinkan, termasuk puisinya tadi. Jadi supaya rakyat tidak marah, begitu kan," komentar ketua majelis hakim yang juga merangkap sebagai Ketua Konstitusi Jimly Ashiddiqie.Dalam pidatonya, Ginandjar sempat menyampaikan soal dihapusnya dua syarat pencalonan anggota DPD dalam UU tersebut. Dalam UU Pemilu yang baru, menurut Gina!
ndjar, anggota DPD bisa berasal dari parpol dan boleh tidak berdomisili di daerah yang diwakilinya.Dengan dihapusnya dua persyaratan itu, kata dia, akan menimbulkan kekecewaan di daerah."Kalau 2 syarat itu tidak dicantumkan secara eksplisit, maka membuka ruang untuk anggota lembaga perwakilan daerah yang dangkal pemahamannya terhadap daerahnya yang diwakilinya dan berpotensi biasnya kepentingan wakil daerah akibat terkalahkan oleh kepentingan baru," jelas Ginandjar.
(
ptr
/
nrl
)



Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




Baca Komentar



Kirim Komentar



Disclaimer

No comments:

Post a Comment