Cari Berita berita lama

KoranTempo - 26 Yayasan TNI AL Akan Dilikuidasi

Rabu, 30 Oktober 2002.
26 Yayasan TNI AL Akan DilikuidasiSurabaya --- Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Bernard Ken Sondakh menyatakan, 26 yayasan yang dimiliki angkatannya akan dilikuidasi. Dari 26 yayasan itu, 16 di antaranya sudah ditutup.

Sondakh mengungkapkan hal itu kepada wartawan setelah melantik sekaligus mengambil sumpah 199 perwira muda mantan siswa pendidikan calon perwira reguler TNI AL angkatan ke-31, di Komando Pendidikan TNI AL Surabaya kemarin.

Lebih jauh Sondakh menjelaskan, 10 yayasan yang sekarang ini masih ada, 6 di antaranya kemungkinan akan ditutup. Saat ini, menurut dia, pihaknya telah membentuk tim likuidasi yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Muda Syahroni Kasanadi. Tim ini bertugas untuk meneliti dan mengevaluasi jumlah yayasan yang masih ada. "Saya pusing mikirin yayasan, sudah diperiksa tiga kali oleh akuntan publik. Sisa hasil usahanya (cuma) Rp 6-7 miliar per tahun," ujarnya.

Menurut Sondakh, yayasan tersebut banyak bergerak di bidang usaha, dagang, dan pendidikan. Namun, katanya, ada juga di antaranya yang bergerak dalam bidang jual beli kopra dan perhotelan. "Kalau perlu kami jual semua yayasan itu, dijadikan aset dana abadi," tuturnya. Saat ini, aset yayasan TNI AL masih dihitung oleh tim likuidasi.

Selain alasan usaha yayasan yang selalu merugi, menurut Sondakh, sebagai militer yang sedang mengembangkan profesionalisme, TNI AL dilatih untuk berperang, bukan berbisnis. "Kalau disuruh menggerakkan usaha akan rugi terus, tentara kan dilatih untuk berperang, kok disuruh jual beli kopra," ujarnya mencontohkan.

Juru bicara TNI AL Laksamana Satu Sugeng Waluyo menjelaskan, dari 10 yayasan yang masih ada, kemungkinan tidak semuanya akan dilikuidasi, terutama yang bergerak di bidang pendidikan. Contohnya, Yayasan Nala yang membawahi Universitas Hang Tuah. "Karena yayasan tersebut selain bergerak di pendidikan, juga di bidang sosial," tutur Sugeng.

Yayasan milik TNI Angkatan Laut, menurut dia, sebenarnya semuanya tidak merugi, ada juga yang menghasilkan laba. Tapi, ujarnya, lantaran yang merugi lebih banyak, yang menghasilkan profit pun terus digerogoti karena harus menyubsidi yayasan yang merugi.

Penjualan yayasan itu sendiri, menurut Sugeng, dilakukan sejak Sondakh dilantik, April silam. "Mungkin awal 2003 hasil evaluasi tim likuidasi akan selesai," kata Sugeng.

Sementara itu, kepada perwira yang baru dilantik dan diambil sumpahnya, Sondakh meminta agar mereka sedini mungkin dapat memahami kondisi aktual dan problematik yang dihadapi TNI AL. Menurut dia, dalam organisasi militer, seorang perwira senantiasa memegang peranan sentral, strategis, dan penting bagi organisasi. "Dengan demikian, dia dituntut untuk memiliki kualitas moral dan intelektual yang tinggi sebagai pemimpin dan manajer," ujarnya. adi mawardi

No comments:

Post a Comment