Kamis, 23 Juni 2005.
KPK Didesak Usut Korupsi Mantan Bupati Mandailing Natal
Arry Anggadha - detikcom
Jakarta -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi tumpuan masyarakat untuk memberantas korupsi. Kali ini KPK diminta untuk segera mengusut dugaan kasus korupsi mantan Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara, Amru Helmi Daulay.
Tuntutan ini disampaikan sekitar 100 orang dari Mandailing Natal (Madina) yang berunjuk rasa di depan Gedung KPK, Jl. Veteran III, Jakarta. Massa yang menggelar aksi selama setengah jam mulai dari pukul 13.00 WIB, Kamis (23/6/2005), ini menamakan diri Koalisi Rakyat Madina Bersatu.
Aksi ini diikuti sekitar 10 tokoh masyarakat Madina. Yakni, antara lain, Ketua MUI Madina, Saparuddin Nasution; tokoh adat Madina, Sultan Naposo; dan pewaris Pesantren Purba, Cholid Mustofa Nasution. Mereka inilah yang masuk ke Gedung KPK dan diterima oleh Sekretaris Pimpinan KPK.
Menurut koordinator aksi Abdul Muis Pulungan, mantan Bupati Madina telah menyelewengkan dana sebesar Rp 28,5 miliar. Terdiri dari dana reboisasi Rp 21,5 miliar, dana darurat pemilu Rp 3,7 miliar, dan penyertaan modal BUMD Rp1,2 miliar.
(
gtp
)
No comments:
Post a Comment