Cari Berita berita lama

detikcom - RS International Surabaya Operasi Lutut dengan Teknik Baru

Kamis, 21 Juni 2007.
RS International Surabaya Operasi Lutut dengan Teknik Baru
Fatichatun Nadhiroh - detikcom
Surabaya - Untuk pertama kalinya di Surabaya, dokter ahli orthopedi melakukan operasi pergantian tulang rawan lutut dengan teknik total knee replacement, dengan sistim hyperflex atau menekuk lutut maksimal.

Operasi tersebut dilakukan di RS International Surabaya atau HCOS, Jl Nginden Intan Barat Surabaya, Sabtu (5/5/2007) pukul 18.00.

Tehnik operasi tersebut baru berkembang di Asia khususnya negara Jepang 4 tahun yang silam. Sedangkan rumah sakit di Jakarta baru sekali melakukan operasi ini pada Februari 2007 lalu.

Ahli Orthopedi RS International Surabaya dr Ketut Martiana SpOt mengatakan, pergantian tulang rawan tersebut dilakukan lantaran nyeri pada lutut kiri pasien yang berusia 70 tahun tersebut sudah berada di stadium IV dan harus dioperasi.

"Pasien itu terasa nyeri saat berjalan, naik tangga dan beraktivitas lain. Apalagi, di usianya yang sudah tua tentu memperparah kondisinya," katanya saat bertemu detikcom sesaat sebelum operasi.

Ia menambahkan, pasien tersebut sudah tidak memiliki cairan yang membasahi dan
melapisi antara dua tulang rawan pada lututnya, yakni tulang atas (femur) dan
tulang atas (tibia).

Jika tidak memiliki cairan, lanjut Ketut, maka gesekan yang ditimbulkan pada dua tulang atas dan bawah akan terasa nyeri dan sakit, karena kondisi tulang sudah aus atau mengalami osteo-artritis.

Selain terasa nyeri, seseorang yang mengalami keluhan ini pada sendi bagian dalam menjadi rusak. Kerusakan tersebut membuat sendi berbentuk huruf O pada lutut bagian kanan dan kiri.

"Untuk penyembuhannya, pasien dikembalikan sudut kanan kirinya dengan menggantikan tulang atas (femur) dengan femoral component berbahan cobalt chrome dan tulang bawah (tibia) dengan tibial component yang berbahan titanium," tambahnya.

Operasi yang memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam tersebut menghabiskan biaya
sekitar Rp 40 hingga Rp 50 juta. Perbedaan operasi yang dilakukan dengan sistem baru ini, lanjut dia, pasien mampu menekuk lututnya secara normal tanpa rasa sakit.

Hal ini berneda dengan tehnik total knee replacement dengan sistim BFC. Pasalnya, paska operasi pasien hanya mampu menekuk lutut 90 hingga 110 derajat saja.
(fat/aba)

No comments:

Post a Comment