Kamis, 16 Maret 2006.
Izabel Jahja Disodori Teleconference Gus Dur-Jaya Suprana
Sirojul Muttaqien - detikcom
Jakarta -
Model telanjang Izabel Jahja gagal bertemu langsung dengan mantan Ketua Umum PBNU Gus Dur karena hingga kini Gus Dur masih terbaring di RSCM. Izabel yang hendak minta dukungan Gus Dur hanya bisa melihat Presiden RI ke-4 itu lewat televisi.
Mengenakan baju hitam dengan dada tertutup tinggi, namun berlengan pendek, model cantik ini datang ke PBNU di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (16/3/2006) pukul 10.30 WIB. Selain untuk menemui Gus Dur, kedatangannya juga untuk menyaksikan rekaman video wawancara Jaya Suprana dengan Gus Dur yang mengangkat isu pro kontra RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi.
Acara ini penting bagi Izabel karena dia bersama artis Anjasmara dijadikan tersangka dalam kasus foto Adam dan Hawa. Keduanya menilai foto tersebut lebih bermuatan seni ketimbang pornografi.
Izabel yang didampingi kuasa hukumnya Todung Mulya Lubis tampak serius menyimak perbincangan Gus Dur dan Jaya Suprana. Izabel sengaja datang ke PBNU untuk minta saran dari Gus Dur yang dipandang menguasai masalah kebebasan seni.
Tidak hanya video rekaman saja yang disuguhkan pada tamunya, Gus Dur juga meminta Jaya Suprana yang mewawancarainya Rabu malam 15 Maret, mewakili dirinya bertemu Izabel.
Sebelumnya kuasa hukum Izabel, Todung Mulya Lubis, mengatakan definisi pornografi pada RUU APP adalah karet yang elastis yang bisa mengekang kebebasan seni di Indonesia.
"Kita tidak hidup pada dunia yang sederhana, ada beberapa lapisan masyarakat yang menilai sesuatu dilihat pada konteks saat itu," katanya.
Todung mencontohkan lukisan bugil Salvador Dali, stupa telanjang di Candi Borobudur dan turis-turis di Bali adalah satu bentuk kehidupan yang mungkin bisa terjerat delik pornografi jika tidak dilihat secara jernih.
"Saya usulkan RUU APP dimasukkan dalam rancangan KUHP yang baru saja. Kenapa harus ada UU yang khusus seperti itu," katanya.
(
umi
)
No comments:
Post a Comment