Cari Berita berita lama

Bush Minta Israel Sudahi Penghinaan Rakyat Palestina

Rabu, 22 September 2004.
Bush Minta Israel Sudahi Penghinaan Rakyat PalestinaNew York, 22 September 2004 11:10Presiden AS George W. Bush menyerukan Israel agar membekukan pemukiman-pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sebuah sikap yang lebih keras terhadap negara sekutunya itu.

"Israel harus menerapkan pembekuan pemukiman, membongkari pos-pos luar tanpa otosisasi dan mengakhiri penghinaan dari hari ke hari terhadap bangsa Palestina," kata Presiden Bush dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, hari Selasa (Rabu WIB).

Sebaliknya, kepada rakyat Palestina, Bush menyerukan kepada mereka agar menerapkan cara-cara damai untuk mencapai hak-hak mereka dan, tanpa menyebutkan langsung nama Presiden Yasser Arafat, Bush mendesak rakyat Palestina "mereformasi" institusi-institusi pemerintahan mereka.

Seruan Bush di PBB terhadap Israel itu sulit terbaca makna jelas karena baru bulan lalu Gedung Putih menolak untuk mengkritik rencana-rencana Israel yang akan membangun 1.530 rumah-rumah pemukiman baru di Tepi Barat.

Langkah pembangunan ribuan rumah barat di pemukiman Yahudi di Tepi barat itu sendiri merupakan pelanggaran terhadap rencana perdamaian Peta Jalan, yang pernah digagas Washington.

Presiden Pakistan Pervez Musharraf hari Selasa, yang berbicara dalam kesempatan terpisah sebelumnya, mengatakan AS kemungkinan akan kalah dalam perang melawan terorisme jika Washington tidak mampu memecahkan konflik politik yang menimbulkan aksi kekerasan yang dimulai dari masalah Palestina.

"Amerika Serikat perlu menitik-beratkan penyelesaian pertikaian politik, pemberantasan kemiskinan dan buta huruf yang merupakan sumber munculnya terorisme," kata Musharraf pada acara jamuan makan malam yang disponsori Kamar Dagang Amerika Serikat di New York, AS.

Ditanya bagaimana AS dapat meningkatkan kesan pemerintah Washington di dunia Muslim, Musharraf mengatakan: "Warga Muslim merasakan seakan-akan Islam sedang ditargetkan. Untuk memulainya, konflik Palestina harus diselesaikan untuk menciptakan lingkungan pemahaman Amerika Serikat."

Musharraf, yang memainkan peranan penting dalam perang pimpinan AS terhadap teror setelah 11 September 2004, sebelumnya menyampaikan beberapa tema dalam wawancara dengan ABC News.

"Kami hanya terlibat saat ini dalam memerangi terorisme," kata Musharraf sambil menambahkan bahwa AS dan sekutunya juga sekarang terlibat dalam pandangan militer dan reaksi secepatnya.

Orang-orang miskin dan buta huruf yang sedih akibat pertikaian politik merupakan sasaran empuk bagi indoktrinasi dari kelompok "militan," kata Musharraf.

"Ada simpati penuh kepada warga Palestina yang menentang Isreal. Amerika Serikat dilihat sebagai pendukung Israel dan sekaligus pembenci warga Muslim," ujar Musharraf.

"Saya pikir, inilah masalah yang perlu diselesaikan segera," kata Musharraf. [Tma, Ant]

No comments:

Post a Comment