Cari Berita berita lama

Dermaga Kapal Pribadi Arafat Dihantam Rudal Israel

Sabtu, 12 Januari 2002.
Dermaga Kapal Pribadi Arafat Dihantam Rudal IsraelGaza, 12 Januari 2002 13:47"PELURU kendali (Rudal) menghantam dermaga polisi perairan Palestina, tempat kapal pribadi Yasser Arafat bersandar di pesisir Jalur Gaza hari Sabtu pagi," kata sejumlah saksi dan sumber keamanan Palestina.

Kapal pribadi Arafat tidak terkena serangan. Namun itu pukulan baru bagi upaya perdamaian Amerika dan menurut Israel serangan itu merupakan bagian dari aksi pembalasan atas upaya penyelundupan sebuah kapal yang memuat senjata yang disergap Israel di Laut Merah pekan lalu.

Presiden Palestina berada di kota Ramallah, Tepi Barat pada saat serangan berlangsung. Dia telah terlantar di kota itu sejak awal Desember setelah pasukan Israel menghancurkan helikopternya di Gaza.

Serangan itu dilancarkan dari kapal-kapal perang Israel menyusul sebuah pengumuman bahwa Otorita telah menangkap tiga dari perwira keamanannya yang dituduh Israel terlibat dalam penyelundupan senjata. Dua di antaranya perwira polisi perairan.

Israel menuduh Arafat dan Otorita Palestina berada dibalik penyelundupan, yang dinyatakan terikat dengan wilayah-wilayah yang dikuasai Palestina untuk melanggar perjanjian perdamaian sementara. Palestina membantah tuduhan tersebut.

Tentara Israel menyatakan pihaknya menyerang pos polisi perairan dan sebuah kapal yang dua di antara anggota kru didapati menumpang kapal yang memuat senjata yang sebelumnya pernah digunakan. Israel juga menyatakan mereka menanggapi sebuah serangan Palestina hari Rabu yang menyebabkan empat tentara Israel tewas.

Menlu AS Colin Powell mendukung tuntutan Israel agar Arafat menangkap orang-orang yang bertanggungjawab atas penyelundupan senjata itu.

Israel, yang di masa lalu telah mengritik Arafat "memutar pintu" kebijakan penangkapan mengatakan mereka akan menyambut penahanan tersebut jika mereka sungguh-sungguh.

Seorang pejabat AS menyeru penangkapan itu "sebagai sebuah langkah dalam arah yang positif" tapi mengatakan Arafat kini harus menyiapkan penjelasan sepenuhnya atas kejadian tersebut.

Rudal Dan Buldozer

Sementara itu Kekerasan terus menyebar sepanjang malam di bagian selatan Jalur Gaza. Sumber-sumber keamanan Palestina mengatakan tembakan tank Israel mengenai sebuah rumah di Rafah dan mencederai delapan orang.

Tentara Israel mengatakan tembakan itu menghancurkan sebuah rumah kosong di Rafah dan menyingkap sebuah lorong yang sebelumnya digunakan untuk menyelundupkan senjata dari Mesir ke wilayah Otorita Palestina. Namun Israel tidak menyatakan kapan pasukan mereka melepaskan tembakan tank.

Buldoser-buldoser tentara Israel, yang mulai membongkar landasan pacu bandar udara internasional di Gaza sebelum fajar hari Jumat untuk membalas serangan Palestina hari Rabu, kembali melakukan perusakan di dalam bayangan kegelapan, kata sejumlah saksi.

Tentara Israel menyatakan mereka ingin "menonaktifkan" landasan pacu dan akan meneruskan perburuan terhadap yang dicurigai penyelundupan senjata.

Di Kota Gaza, sejumlah saksi mengatakan sedikitnya tiga rudal ditembakkan dari sebuah kapal Israel. Blokade laut Israel telah diberlakukan sejak dimulainya perjuangan kemerdekaan Palestina terhadap pendudukan Israel pada bulan September 2000.

Kekerasan terbaru mengancam kehancuran upaya-upaya perdamaian yang diperbarui Utusan khusus AS untuk kawasan Timur Tengah AnThony Zinni, yang meninggalkan kawasan itu hari Ahad lalu dengan menyatakan harapan agar tercipta kemajuan menuju gencatan senjata abadi.

Masa tenang terlama dalam konflik 15 bulan itu terpecah hari Rabu ketika para penganut garis keras, yang salah satunya anggota polisi perairan, menewaskan empat tentara Israel dalam sebuah serangan terhadap sebuah pos tentara di Isreal selatan.

Kelompok fanatik Hamas mengklaim bertanggungjawab terhadap serangan yang juga mengakibatkan dua orang Palestina tewas. Sedikitnya 803 warga Palestina dan 238 warga Israel tewas sejak perjuangan kemerdekaan Palestina terhadap pendudukan Israel dimulai bulan September 2000.

Perdana Menteri Israel Ariel Sharon hari Kamis mengatakan dia tidak melanjutkan kontak dengan Palestina hingga Otorita menangkap orang-orang yang terlibat dalam penyelundupan senjata 3 Januari lalu.

Sejumlah pejabat Palestina mengabaikan ancaman Sharon dan mengatakan hal itu sama sekali "tidak berdasar", dengan menyatakan hubungan antara kedua pihak telah dibekukan sejak kepergian Zinni.

Namun sebuah panel penyelidik internal Otorita Palestina untuk penyelundupan senjata hari Jumat menyatakan tiga pria telah dimintai keterangan dan kemudian ditahan.

Sejumlah pejabat Palestina mengatakan Israel memasukkan mereka ke dalam daftar tersangka. "Komisi memutuskan akan menahan seluruh mereka yang nama-namanya tercantum dalam kasus ini, untuk dimintai keterangan lebih lanjut,"
demikian keterangan Otorita dalam sebuah pernyataan.

Sumber-sumber keamanan Palestina mendapati tersangka adalah Dirjen Keuangan untuk seluruh aparat keamanan Otorita Palestina, Mayjen Fuad al-Shobaki, Deputi Komando polisi perairan Palestina, Fathi al-Razen dan perwira tingkat tinggi polisi perairan Palestina, Adel al-Mughrabi. [Dh, Ant]

No comments:

Post a Comment