Cari Berita berita lama

Republika - Unair Kembali Tawarkan Double Degree UNAIR

Senin, 12 Mei 2008.

Unair Kembali Tawarkan Double Degree UNAIR












Program dual degree atau gelar ganda tampaknya masih menjadi pilihan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menarik minat mahasiswa baru. Tidak hanya perguruan tinggi swasta, perguruan tinggi negeri juga mulai menggelar program ini. Perguruan tinggi negeri yang baru-baru ini membuka program dual degree andalah Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Bekerja sama dengan University of Groningen (RuG), Belanda, Unair membuka program dual degree magister bidang Biokimia dan Bioteknologi. Bidang yang berada di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) ini merupakan program magister ketiga yang diselenggarakan Fakultas MIPA. Program sebelumnya adalah Magister Biologi dan Program Magister Kimia. Sosialisasi program tersebut diadakan dalam Lokakarya Program Magister Double Degree Bidang Biokimia dan Bioteknologi beberapa waktu lalu. Seminar yang diselenggarakan Direktur Pendidikan Unair, Dr Ni Nyoman Tri Puspaningrum, dra, M Si !
juga mengundang perwakilan guru dan dosen dari perguruan tinggi lain. Seperti Universitas Surabaya dan Universitas Udayana, Bali. Pada kesempatan itu, Nyoman menyatakan rasa optimisnya. Ia mengatakan, program baru hasil kerjasama dengan RuG ini bisa menyediakan fasilitas bagi para dosen maupun mahasiswa yang baru lulus untuk menempuh pendidikan lebih lanjut. ��Masa studinya satu tahun di Unair dan satu tahun berikutnya di Belanda,�� ungkapnya. Untuk membantu dosen dan mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke Belanda, Unair akan mengupayakan untuk mendapatkan beasiswa. Baik dari jalur Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) atau pun jalur lain. Pendidikan magister tahun pertama yang dilaksanakan di Unair akan memfokuskan kepada basic master study. Pendidikan ini diberikan dalam bentuk lecturer courses and practicals on methodology and general science background. Sementara program lanjutan satu tahun di Belanda akan diisi dengan kegiatan riset selama enam hingga del!
apan bulan. Selanjutnya mahasiswa akan mengikuti dan harus lu!
lus dua
mata kuliah top master, pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk publikasi selama satu bulan, dan pelatihan riset satu bulan. ��Fokus pendidikan di Belanda memang cenderung pada penyelesaian thesis dan penelitian,�� ujar Prof Bauke W Dijkstra, profesor dari RuG yang juga menjadi pembicara dalam lokakarya tersebut. Namun, jelas Nyoman, untuk dapat mengambil masa belajar selama setahun di Belanda, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Antara lain IPK untuk tahun pertama saat menempuh magister bidang Biokimia dan Bioteknologi di Unair minimal 3,2, skor TOEFL minimal 550 sebelum berangkat ke Belanda dan usia tidak lebih dari 40 tahun. Menempuh program magister, apalagi di luar negeri, memang membutuhkan biaya yang cukup besar. Sebagai gambaran, biaya pendidikan di Belanda bisa mencapai sekitar 10 ribu Euro. Karena itu, Bauke menyarankan bagi yang ingin mengambil pendidikan di luar negeri untuk mencari beasiswa. Dengan beasiswa tersebut, setidaknya dapat mengurangi beba!
n yang harus dikeluarkan untuk menyelesaikan pendidikan. Dr rer nat Ganden Supriyanto, M Sc, staf pengajar Fakultas MIPA Unair yang pernah belajar di Belanda, dalam lokakarya tersebut sempat memberikan tips dan trik agar sukses menggaet beasiswa. ��Intinya kita harus berani. Jangan enggan untuk menulis surat kepada para profesor dari universitas di luar negeri, walaupun belum tentu akan memperoleh balasan. Selain itu yang tidak kalah penting adalah penguasaan bahasa asing kita juga harus bagus,�� ungkapnya. Nyoman menambahkan, untuk lulusan baru, kesempatan untuk belajar ke luar negeri masih cukup besar. Jika ingin menjadi dosen di institusi, Unair misalnya, seorang fresh graduate dapat memanfaatkan beasiswa Dikti. ��Ada program 2n+1. Maksudnya calon dosen bisa membuat appointment dulu dengan institusi tertentu jika ingin menjadi dosen. Ia bisa mengambil master di luar negeri dan sepulang dari sana ia harus mengabdikan diri di institusi yang bersangkutan,�� tangkas Nyoman!
. ci1
( )

No comments:

Post a Comment