Cari Berita berita lama

detikcom - Dikira Demam Berdarah, Ternyata Suspect Flu Burung

Senin, 22 Januari 2007.
Dikira Demam Berdarah, Ternyata Suspect Flu Burung
Ari Saputra - detikcom
Jakarta -
S menggigil karena demamnya yang cukup tinggi. Keluarganya mengira dia terkena demam berdarah. Ketika dibawa ke RSPI Sulianti Saroso, ternyata S suspect flu burung.

Keluarga S yang tinggal di Serang, Banten, awalnya tidak mengira S yang berusia 14 tahun menjadi suspect flu burung yang saat ini tengah mewabah. Mereka hanya menduga S terkena demam berdarah, mengingat saat ini musim penghujan sudah di ambang mata.

Rupanya dugaan keluarga S salah. Saat dibawa ke RSPI Sulianti Saroso Senin pagi, dokter memberi keterangan bahwa S diduga menderita flu burung. Hal itu dipastikan setelah keluarga memberikan informasi bahwa ada unggas mati mendadak di sekitar kediaman S.

"Pada awalnya hanya gejala demam berdarah. Kemudian kami dapat informasi di lokasi pasien terdapat unggas mati mendandak. Setelah kami pastikan, diagnosis lebih lanjut, ternyata suspect flu burung," kata Wakil Direktur Pelayanan Medis RSPI Sulianti Saroso Tuti Hendrar di RSPI, Jl Danau Sunter Raya, Jakarta Utara, Senin (22/1/2007).

Gadis itu kini masuk di ruang isolasi Cempaka. Bersamanya ada juga suspect flu burung yang sama-sama baru masuk Senin ini berinisial N, warga Kedoya, Jakarta Barat. N diduga menderita penyakit mematikan itu setelah keluarganya mengatakan ada tetangganya yang menderita penyakit serupa.

Dua gadis yang sama-sama belia tersebut belum mendapatkan penanganan khusus. Mereka hanya harus menjalani beberapa tes lagi untuk memastikan benarkah flu burung yang menyebabkan demam mereka.

Sementara S dan N harus menjalani beberapa tes lagi, balita bernama Fazri dinyatakan boleh pulang. Dokter memastikan anak laki-laki berusia 3,5 tahun itu negatif flu burung.

Hingga saat ini, masih ada 5 orang yang dirawat di RSPI. Tiga lainnya yakni B (2) warga Cipondoh, A (20) warga Bogor dan I (57) Duren Sawit yang masih di ruang ICU.

(
ana
/
nrl
)

No comments:

Post a Comment