Cari Berita berita lama

Republika - Rocker yang Tak Pernah Tua

Senin, 29 Januari 2007.

Rocker yang Tak Pernah Tua


Oleh Agustino/KPM









Bagian I Menurut Douglas MacArthur, Old Soldiers Never Die. Bagi insan rock juga berlaku hal seperti itu Rocks Never Die. Pepatah itu betul adanya, rocker pun terkesan tidak pernah merasa tua. Di Inggris, ada Mick Jagger dengan Rolling Stones-nya, lalu Brian May, gitaris Queen ini kembali membangkitkan Queen dengan menggandeng Paul Rodgers. Negara Amerika Serikat memunculkan Steve Tyler dengan Aerosmith yang masih aktif bermain musik rock. Lalu bagaimana dengan Republik Indonesia? Ternyata kita juga tak mau kalah dengan kedua negara Adidaya tersebut. Achmad Albar, adalah satu-satunya penyanyi rock era tahun 70-an yang masih sanggup berjingrak-jingkrak di atas pentas rock sampai saat ini bersama God Bless-nya. Pria kelahiran Surabaya, 16 Juli 1946, dari pasangan Syech Albar dan Farida Hasni ini memang luar biasa. Era 1965 - 1971, ia sempat ngetop bersama grupnya, Clover Leaf, dan kerap kali mengadakan tur ke beberapa negara Eropa terutama Jerman, Belgia, Luxemburg, Pra!
ncis, Portugal, dan Belanda. Negara yang terakhir disebutkan merupakan kandang grupnya Clover Leaf. Komandan grup legendaris, God Bless, ini, masih tampak segar bugar bahkan senantiasa terlihat garang dan sporty meskipun usianya sudah mencapai 60 tahun. Dengan energi yang berlimpah, Mas Iyek, begitu Ahmad Albar disapa, masih mampu menggetarkan panggung rock dengan auman vokalnya meskipun sudah tidak sehebat di era 1965 - 1994. Pria berambut kribo ini masih mampu menghipnotis puluhan ribu penonton sejak membangkitkan God Bless kembali bersama Ian Antono, Donny Fattah, dan Abadi Soesman di tahun 2002. Terakhir, Ayah dari 3 orang putra bernama Fauzi, Fachry, dan Fadli, ini unjuk kebolehan di hadapan puluhan ribu penonton bersama God Bless di arena rock Pekan Raya Jakarta pada 6 Juli 2006, Rock United Soundrenaline pada 13 Agustus 2006 di Medan, dan Pesta Musik Merah Putih tour 8 kota dari tanggal 15 sampai dengan 22 Agustus 2006 yang dimulai dari Purwakarta dan berakhir di Mad!
iun. Achmad Albar terlihat masih memiliki kharisma yang kuat d!
an masih
sanggup bernyanyi rock dengan gaya khasnya. Terbaik Sejak menginjakkan kembali kakinya di bumi Indonesia di awal tahun 1972, mantan suami artis cantik, Rini S Bono, ini mulai diperhitungkan oleh para musisi dan penyanyi top Indonesia saat itu. Berita-berita ketika dirinya masih berkibar di Eropa yang sering kali diberitakan oleh majalah musik, Aktuil, ternyata membuat namanya menjadi terkenal dari Sabang sampai Merauke, bahkan mencapai kawasan ASEAN seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina. Ia kemudian mendirikan grup band dengan nama Crazy Wheels di tahun 1972 bersama Deddy Dores, (alm) Fuad Hassan, Donny Fattah, dan rekannya semasa di Clover Leaf, Ludwig Lemans. Formasi ini merupakan cikal bakal lahirnya super grup rock legendaris, God Bless. Tanggal 5 - 6 Mei 1973 Saat menembus arena prestise TIM, Albar meresmikan nama God Bless sebagai identitas grup yang waktu itu tampil bersama Donny Fattah (bass), Ludwig Lemans (gitar), Yockie Soeryoprayogo (keyboard), dan (alm) Fu!
ad Hassan (drum). Penampilannya bersama God Bless di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, membuat ia mulai melesat sebagai superstar baru menyisihkan nama - nama seperti Gito Rollies, Ucok Harahap, dan artis besar lainnya di era itu. God Bless sendiri juga melesat sebagai grup rock idola baru bagi kawula muda bahkan order manggung semakin membanjiri markas mereka. Menurut kabar, harga God Bless untuk satu kali manggung setara dengan band legendaris pop, Koes Plus yaitu Rp 3 juta, dan, baru God Bless satu-satunya grup cadas yang dibayar sebesar itu. Gaya Albar di atas pentas banyak ditiru oleh penyanyi - penyanyi rock lainnya mulai dari yang amatir sampai senior. Nama Albar semakin meroket sampai ke kawasan ASEAN ketika God Bless menghipnotis acara Summer 28 alias Suasana Kemerdekaan RI yang ke 28 di Ragunan, Jakarta, 18 Agustus 1973 yang diikuti oleh grup - grup tangguh baik dari dalam maupun luar negeri. Lebih dahsyat lagi ketika Mas Iyek melantunkan dan mempopulerkan lag!
u - lagu rock berlirik nasional dalam album God Bless yang men!
etaskan
hit fenomenal 'She Passed Away', 'Setan Tertawa', dan 'Huma di Atas Bukit'. Lalu bersama God Bless menjadi opening act show Deep Purple (5 Desember 1975) dan Suzi Quatro (11 November 1975). Albar kemudian bersekutu bersama pentolan AKA, Ucok Harahap untuk menggarap Proyek Duo Kribo bersama gitaris God Bless, Ian Antono. Album - album Duo Kribo meledak di pasaran dengan menghasilkan hits legendaris seperti 'Neraka Jahanam', 'Monalisa', 'Penari Jalang', 'Pelacur Tua', dan 'Panggung Sandiwara'. Selama kurun waktu 1973 - 2000, panggung Albar sering dijadikan sebagai laporan utama dan juga dinobatkan sebagai Penyanyi Rock Terbaik versi majalah-majalah antara lain seperti Aktuil, Gadis, Hai, Vista dan Newsmusik. Achmad Albar juga pernah menyabet penghargaan sebagai penyanyi rock terbaik versi Basf Awards, HDX Awards dan terakhir AMI Awards tahun 2000. Album dangdut Saat namanya berada di puncak kejayaan begitu juga dengan grup God Bless, tiba-tiba Iyek menghadirkan album dangdut!
bertajuk Zakia produksi Sky Record. Album tersebut membawa pujian kepadanya dan Ian Antono selaku penata musik. Ian Antono menunjukkan kepiawaiannya sebagai gitaris, pencipta lagu dan penata musik. Ia mampu memberikan sentuhan baru bagi perkembangan musik dangdut dengan menampilkan nuansa akustik irama Timur Tengah dibalut dengan gaya musik Spannish dan sedikit unsur rock. Sebelumnya Albar juga pernah merilis album dangdut bersama Elvi Sukaesih di tahun 1978. Albar mencoba menjajal kemampuan vokalnya untuk bernyanyi dangdut dengan tampil pada film Irama Cinta bersama Elvi Sukaesih. Lima lagu tersebut yang dirilis ke dalam bentuk kaset adalah 'Aku Bahagia', 'Rasa Berdebar', 'Seharusnya Kau Tahu', 'Engkau Jauh', dan 'Lintah Darat'. Albar ternyata mampu membawakannya dengan baik meskipun terlihat berwarna pop dangdut. Album Zakia yang berisi sembilan lagu meledak di pasaran bahkan sampai ke Malaysia dan Singapura. Enam lagu merupakan karya Albar dan Ian yaitu 'Zakia', 'Karen!
a Harta', 'Mawar Merah', 'Raja Kumbang', 'Tuhan Ada', dan 'Bek!
u'. Ada
juga lagu 'Pernyaataan' karya M Harris, lagu 'Obral' karya Titiek Puspa, dan karya Ian Antono ('Raja Sehari'). Album ini menghasilkan hits fenomenal yaitu 'Zakia' dan 'Raja Kumbang' yang baru pertama kali dilantunkan oleh Albar-Ian pada perhelatan F1 di Malaysia tahun 2001 yang disaksikan 150 ribu penonton. Kedua lagu tersebut kemudian dijiplak oleh grup rock asal Singapura, Sweet Charity. Album ini dirilis ke pasaran, karena Albar dibayar gede oleh sang produser. Pro dan kontra mewarnai album Zakia meskipun sebelumnya Albar pernah merilis album dangdut bersama Elvi Sukaesih. Album Zakia menuai kritik dari para fans fanatik Albar yang melarang sang superstar untuk tidak merilis album dangdut. Namun, Albar tidak peduli dengan kritik yang ada. Sang superstar kembali berdangdut ria dengan merilis album Dangdutnya Albar. Album tersebut berisi sembilan lagu yaitu 'Bunga Idaman', 'Laguku', 'Pesan', 'Gadis Melayu', 'Mengapa Harus Terjadi', 'Jangan Lama-lama', 'Semua Palsu', 'Sampai!
Kapan', dan 'Haji'. Albar dalam album tersebut didukung penuh oleh pencipta dan musisi dangdut seperti Asmin, Munif, dan S Noeridin. Tanpa mengikutsertakan koleganya, Ian Antono, namun album tersebut sukses juga dengan hit 'Laguku' dan 'Jangan Lama-lama'. Di era 1970-an, pelantun lagu 'Neraka Jahanam; ini juga sempat menjajal kemampuannya dalam berakting. Film-film yang ia bintangi antara lain Laki-laki Pilihan (1973), Laela Majenun (1975), Semalam di Malaysia (1976), Doel Anak Modern (1976), Duo Kribo (1978), dan Cubit-cubitan (1979). God Bless juga sempat hadir dalam film Ambisi (1973), Laela Majenun (1975), dan Semalam di Malaysia (1976). Film Doel Anak Modern yang juga diperankan oleh (alm) Benyamin S dan disutradarai oleh (alm) Syumanjaya menduduki peringkat 15 dalam 50 film terbaik Indonesia sepanjang massa. Diskografi A. Bersama Clover Leaf 1. Don't Spoil My Day (Polydor, 1970). 2. Tell The World (Polydor, 1971). B. Bersama God Bless 1. Huma di Atas Bukit (Pramaqua!
, 1975). 2. Cermin (JC Record, 1980). 3. Semut Hitam (Billboar!
d Indone
sia, 1988). 4. Raksasa (Logiss, 1989). 5. Apa Kabar (Logat, 1997). C. Bersama Duo Kribo 1. Vol. I Neraka Jahanam (Irama Tara, 1977). 2. Vol. II Pelacur Tua (Irama Tara, 1978). 3. Vol. III Special Edition (Irama Tara, 1978). 4. Dunia Panggung Sandiwara (Musica, 1978). D. Bersama Gong 2000 1. Bara Timur (Ski Record/Ariesta, 1991). 2. Laskar (BMG Metrotama, 1993). 3. Prahara (Blackboard, 1998). Bersambung
( )

No comments:

Post a Comment