Selasa, 18 Juni 2002.
Hari Kartana Jago Tembak Suaranya tetap terjaga, ketika wartawan memberondongnya dengan berbagai pertanyaan sulit seputar kisruh yang terus meletup di tubuh Indosat. Dia memang dikenal cukup kalem.
Karena itu, siapa sangka kalau komandan BUMN telekomunikasi itu, Hari Kartana, ternyata jagoan menembak. "Saya pernah dapat nomor dua," kata pria kelahiran Jakarta, 50 tahun silam itu. Prestasi itu diraihnya dalam kejuaran menembak yang diselenggarakan Marinir sebulan lalu.
"Sejak jadi direktur di Patrakom (1995-2000), saya memang sudah punya izin memiliki senapan," kata jebolan Teknik Elektro Insitut Teknologi Bandung (ITB) ini.
Dia tetap kalem ketika dalam daftar peserta uji fit and proper 18 calon direksi Indosat namanya menghilang. Padahal, dia baru memimpin Indosat 2 tahun, dan masih tersisa 3 tahun. Toh, dia cukup pusing ketika rumahnya di Kemang Regency, Bekasi, terkepung banjir beberapa waktu lalu.
Saat itu mengungsi ke mana?
Saya nginap di kantor. Istri dan anak saya tetap di rumah, di lantai atas.
Bisa ke luar rumah?
Ya... ikut perahu karet marinir.
Kenapa tinggal di Bekasi?
Kalau di sana, dengan gaji saya, bisa punya tanah lebih luas. Di Jakarta mahal. metta dharmasaputra
No comments:
Post a Comment