Cari Berita berita lama

Kasat Brimob Polda Sulteng Dicopot

Kamis, 4 September 2003.
Kasat Brimob Polda Sulteng DicopotPalu, 4 September 2003 10:02Kepala Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) AKBP Herson Bagus Pribadi dicopot dari jabatannya menyusul tewasnya empat anggota baru Brimob dalam tradisi latihan penyambutan, Senin (1/9).

Sejumlah anggota Brimob yang menjadi instruktur dalam latihan itu juga dipecat dari kesatuannya.

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Taufiq Ridha kepada Antara di Hotel Palu Golden, Rabu malam, membenarkan adanya perintah pencopotan Herson dari jabatannya sebagai Kasat Brimob.

Upacara pelepasan akan digelar di Mapolda Sulteng yang dijadwalkan berlangsung hari Kamis.

Kapolda Ridha menolak menjelaskan alasan pencopotan Herson, namun diduga terkait dengan kasus kematian empat anggota baru Brimob dalam latihan yang kali pertama terjadi sejak kehadiran pasukan elit Polri ini di Sulteng.

"Penjelasan pencopotan Herson akan saya berikan setelah upacara pelepasan," ujarnya sambil berlalu.

Anggota Brimob yang meninggal dunia dalam latihan itu yakni Bhayangkara Dua (Bhrada) Sahilu asal Sulawesi Selatan, sedangkan Bharada Yohanis Tulas, Bharada Deny Karya Yanis dan Bharada Sutadji, ketiganya dari Sulawesi Utara.

Sebanyak 164 dari 166 anggota Brimob yang baru sekitar dua pekan lalu lulus dari Pusat Pendidikan Watukosek Malang, Jawa Timur, dan ditempatkan di markas Brimob Mamboro, dan mengikuti upacara penerimaan di Mapolda Sulteng Senin pagi sekitar pukul 09.00 Wita.

Dalam prosesi tersebut sekitar 20 anggota Brimob senior melakukan penggodokan fisik seperti lompat katak, sit-up, berguling, push-up, dan baris berbaris. Bahkan sebahagian besar dari anggota baru tersebut mendapat tendangan dan bogem mentah dari seniornya, jika lamban atau lalai mengikuti perintah.

Penggodokan fisik di halaman belakang Mapolda Sulteng itu berakhir sekitar pukul 11.00 Wita dan dilanjutkan dengan long march sejauh 13km ke Markas Brimob di Maboro, Palu Utara.

Dalam perjalanan, tepatnya di kilometer sembilan anggota baru Brimob itu mulai berjatuhan yang jumlahnya mencapai 16 orang. Karena kondisinya semakin memburuk maka dilarikan RSUD Undata, RSU Budi Agung dan ruang perawatan Dinas Kedokteran dan Kesehatan (Dokes) Polda Sulteng untuk menperoleh tindakan medis.

Empat dari mereka jiwanya tidak tertolong yakni Bharada Yohanis Tulas, Bharada Deny Karya Yanis, Bharada Sutadji, dan Bhrada Sahilu.

Sementara anggota Brimob yang kritis dan kini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Undata yakni Bharada Ahmad Arifin dan Bharada La Ode Ali Sadikin asal Sulawesi Tenggara, serta Bharada Herman B dari Sulawesi Selatan.

Di ruang ICU RSU Budi Agung dirawat Bharada Baston dari Sulawesi Selatan, sedangkan delapan lainnya yang sudah melewati masa kritis berada di ruang perawatan Dokkes Polda Sulteng.

Jenazah empat anggota Brimob yang tewas dalam tradisi latihan penyambutan itu Rabu pagi diterbangkan ke daerah asal masing-masing untuk kemudian diserahkan kepihak keluarga.

Sebelum dipulangkan ke daerah asal, tim dokter RSUD Undata Palu dan Dinas Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Sulteng mengotopsi keempat mayat tersebut untuk mengetahui secara medis penyebab kematiannya.

Otopsi yang berlangsung di RSUD Undata Palu, Selasa malam, dipimpin Kepala Dinas Dokkes Polda Sulteng AKBP Budi Rahardjo dan disaksikan langsung tim khusus dari Mabes Polri yakni Kombes Pol Drs Sutarto dan Kompol Febianto.

Mapolda Sulteng sendiri telah membentuk tim untuk menyelidiki penyebab kematian "tidak wajar" keempat anggota Brimob yang baru kali pertama terjadi sejak korps ini dibentuk di wilayah Sulteng tahun 1995.

Kapolri Jenderal Pol Da`i Bachtiar juga telah memerintahkan Kepala Korps Brimob Irjen Pol SY Wenas dan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Irjen Pol Timbul Silaen untuk mmelakukan pengusutan. [Tma, Ant]

No comments:

Post a Comment