Selasa, 23 Oktober 2007.
Hari Ini Batas Waktu Untuk Evakuasi Paksa Warga Kelud
Rita Zoelkarnaen - detikcom
Blitar -
Habis sudah tenggat waktu yang diberikan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo kepada warga Kabupaten Blitar di Kawasan Rawan Bencana (KRB) II Kelud untuk mengungsi.
Batas waktu gubernur itu habis hari ini, Selasa (23/10/2007). Sekitar 23.350 warga Kabupaten Blitar, tinggal di radius kurang dari 10 Km dari puncak Kelud harus dievakuasi.
Puluhan ribu warga tersebut tersebar di 3 kecamatan. Antara lain sekitar 2.300 tinggal di 4 perkampungan di Kecamatan Nglegok, yaitu Dusun Karang Anyar, Gambar Anyar, Kali Bladak dan Kali Kuning.
Di Kecamatan Garum terdata lebih dari 5.000 jiwa, dan di Kecamatan Gandusari jumlahnya terbesar, sekitar 15.000 jiwa. Untuk menampung puluhan ribu pengungsi dari KRB II tersebut, Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kabupaten Blitar, telah menyiapkan 6 Posko Pengungsi.
6 posko pengungsian itu berada di Kecamatan Gandusari di Desa Gadungan,
Kecamatan Garum di Desa Jarangrejo dan Slorok, Kecamatan Nglegok di Candisewu, Penataran dan Sumbersari.
Keenam posko juga dilengkapi dengan tenda standar TNI, bahan makanan dan dapur umum lengkap dengan juru masak dari TNI, posko kesehatan, MCK dan air bersih.
Berdasarkan pantauan detiksurabaya.com hingga habis deadline tenggat yang diberikan Gubernur Imam Utomo posko-posko pengungsian yang telah disiapkan tersebut nyaris tidak berpenghuni. Hanya didominasi petugas anggota TNI dan relawan.
Sedangkan warga memilih bertahan di rumahnya masing-masing, atau mengungsi di tempat yang menurut mereka lebih aman jika dibandingkan dengan lokasi pilihan pemerintah.
Posko Pengungsi terbesar di Desa Gadungan Kecamatan Gandusari, kosong. Begitu juga di Kecamatan Garum dan Nglegok. Warga memilih bertahan di rumah. Khusus untuk KRB II Kecamatan Nglegok, warga Gambar Anyar dan Kampung Anyar mengungsi di lokasi pengungsian yang mereka tentukan sendiri di kampung mereka.
Sedangkan warga Dusun Bladak dan Kali Kuning juga memilih bertahan di kediamannya masing-masing. Kondisi tersebut tentu saja memusingkan jajaran Satlak PBP Kabupaten Blitar.
Apalagi Presiden SBY dijadwalkan akan menengok Posko Pengungsi di Desa
Penataran. "Hari ini kami akan koordinasi. Bagaimana pertimbangan seluruh pihak terkait tentang kemungkinan evakuasi paksa, bisa ya bisa tidak. Jika kondisi Kelud semakin kritis, tidak ada pilihan lain bagi kami untuk melakukan evakuasi paksa demi keselamatan warga sendiri," kata Bupati Blitar Herry Nugroho saat dikonfirmasi di Sekretariat Posko PKK Kabupaten Blitar di Kecamatan Nglegok.
Berita selengkapnya mengenai perkembangan aktivitas Gunung Kelud bisa dibaca di www.detiksurabaya.com.
(
mar
/
mar
)
No comments:
Post a Comment