Rabu, 3 Desember 2008.
Jakarta -
Jumlah pemilih yang akan
terdaftar di tiap tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilihan Umum (Pemilu)
2009 akan dimaksimalkan hingga 500 orang. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya
operasional."TPS pada Pemilu 2009 nanti jumlah pemilihnya akan diperbanyak,"
ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto di sela-sela rapat koordinasi
nasional (rakornas) Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) di Hotel
Redtop, Jl Pecenongan, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2008).
Sebagai perbandingan,
imbuh dia, pada Pemilu 2004 lalu, satu TPS menampung sekitar 300 pemilih. "Namun
untuk Pemilu 2009 nanti direncanakan 1 TPS itu akan digenjot sampai kurang lebih
sekitar 500 pemilih. Itu dilakukan karena untuk menekan biaya operasional di
setiap TPS sekaligus untuk mengoptimalkan TPS tersebut," imbuh mantan Gubernur
Jawa Tengah itu.Akibat yang bisa diperkirakan, lanjutnya, jumlah TPS akan
dikurangi, serta rentang waktu mencoblos yang lebih lama.
Selain itu, Pemilu
2009 nanti akan dibayang-bayangi masalah Pemilu 2004 lalu. Seperti masalah
distribusi logistik ke daerah dan masalah daftar pemilih tetap (DPT)."Daftar
Pemilih Tetap itu nantinya juga akan akurat. Karena berkaca pada Pemilu 2004,
masyarakat harus lebih sadar untuk ikut nyoblos," tandas
dia.
(nwk/nrl)
No comments:
Post a Comment