Senin, 24 Juli 2006.
Laba Naik, Saham DiGi.Com Capai Rekor Baru
KUALA LUMPUR--Harga saham Digi.Com naik 7,83 persen atau 90 sen pada sesi penutupan Jumat atau mencapai rekor dengan nilai 12,40 ringgit Malaysia per lembar setelah perusahaan telekomunikasi tersebut mengumumkan bahwa kinerjanya jauh lebih kuat pada kwartal kedua tahun ini. Sedikitnya sembilan lembaga penelitian memperhatikan DiGi menurut data yang dilansir Bloomberg. Sebagian dari perusahaan riset itu merekomendasikan investor untuk menahan dan membeli saham DiGi.Com. Dari 22 lembaga peneliti bisnis, sepuluh merekomendasikan untuk membeli saham DiDi sembilan lainnya menganjurkan untuk menahan dan sisanya menawarkan untuk menjual. ''Kinerja DiGi telah membuat analis keuangan merekomendasikan investor untuk mendapatkan saham perusahaan itu,'' kata analis perusahaan telekomunikasi OSK, Jeffrey Tan. Menurut dia, salah satu saham dari sembilan saham unggulan yang perlu dilirik adalah saham DiGi. Untuk kuartal pertama, pendapatan bisnis inti perusahaan terealisasi 62-65 per!
sen dari proyeksi. Perolehan itu cukup positif dan menunjukkan kinerja perusahaan stabil dengan perolehan EBITDA (pendapatan sebelum dipotong pajak, bunga dan depresiasi) lebih rendah dari belanja modal.'' kata Jeffrey Tan. DiGi mengalami kenaikan laba bersih 77 persen menjadi 200,6 juta ringgit Malaysia kuartal kedua tahun ini. Pendapatan tersebut dipicu meningkatnya jumlah pelanggan. DiGi.Com juga mendapati pemasukannya naik 32 persen menjadi 903,69 juta ringgit Malaysia dari 685,89 juta ringgit sebelumnya. Untuk Semester I 2006, DiGi mengumpulkan laba bersih 385,27 juta dari pendapatan sekitar 1,76 miliar ringgit Malaysia. Pelanggan DiGi.Com saat ini sekitar 5,45 juta. Jumlah itu setelah ditambah dengan 354 ribu pelanggan baru pada kwartal kedua tahun 2005. Sementara itu pendapatan dari setiap pelanggan sekitar 54 ringgit per bulan. Kendati demikian lembaga riset OSK tetap netral dengan melejitnya saham DiGi.Com. Perusahaan tersebut malah merevisi harga DiGi dari 9,95 me!
njadi 12.40 ringgit per lembar. DiGi, saat ini merupakan satu-!
satunya
perusahaan operator telepon tanpa izin 3G. Padahal ketiadaan izin 3G mengakibatkan perusahaan tersebut tidak bisa melayani panggilan video atau surfing internet dengan kecepatan lebih tinggi sama halnya dengan ketidakmungkinan mengirim atau mengambil file digital dengan fasilitas 3G. ''Kami percaya bahwa DiGi akan menemukan alternatif teknologi lain dari 3G dalam WiMAX. Jika itu tidak bekerja mungkin DiGi akan mencari lagi pengganti yang lain,'' kata analis dari MIDF Sisma Securities dalam rekomendasinya. MIDF Sisma, memperkirakan harga DiGi akan naik menjadi 12,90 ringgit per lembar.
( )
No comments:
Post a Comment