Rabu, 20 November 2002.
Nusa
Pasukan GAM Granat Mobil Brimob
20 November 2002
TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Ditengah-tengah pengepungan markas GAM, terjadi kontak senjata antara GAM dengan aparat keamanan pada Rabu (20/11) pukul 15.45 Wib. �Penyerangan ini benar-benar sebuah tindakan yang sangat terpaksa, karena sebenarnya kami sudah menarik seluruh pasukan sejak 4 Nopember lalu dan menyatakan gencatan senjata sepihak,� ujar Juru Bicara GAM wilayah Pase, Tengku Jamaika kepada Tempo News Room.
Menurut Jamaika penyerangan oleh prajuritnya dilakukan di tiga titik di Kecamatan Nisam Dia mengklaim telah jatuh korban yang cukup banyak di pihak aparat keamanan .�Satu dari tiga mobil Taft yang keluar dari Desa Cot Trieng berhasil digranat dengan senjata peluncur (GLM),� katanya. Selain di Kampung Simpang Tanah, GAM juga melakukan penyerangan di Kampung Alue, Keureunyai, dan Kampung Jamuan beberapa jam sebelumnya.
Kapolres Aceh Utara, AKBP Eko Danyanto, membenarkan adanya satu serangan yang dilancarkan sekitar lima anggota GAM di sebuah bukit menuju Nisam. �Mereka di-GLM dan granatnya jatuh dekat mobil Taft yang ditumpangi Wakil Komandan Satgas Resort Polisi, Komisaris Herman Sikumbang, bersama tiga anggotanya. Mereka cuma loka-luka ringan dan setelah diobati di rumah sakit TNI AD, langsung dibolehkan pulang,� ujar Eko.
Lokasi penyerangan itu, kata Eko, acapkali menjadi tempat bagi GAM menembak kendaraan aparat karena posisinya yang sangat strategis. Dalam penyerangan Rabu ini, GAM menyerang dari jarak 100 meter. Tapi, setelah melakukan penembakan, kata Eko, pelaku langsung melarikan diri.
Mobil Taft yang terkena granat tersebut sedang dalam perjalanan mengantar logistik bagi personil Brimob yang bertugas di Nisam. Anggota Brimob ini menutup jalur keluar anggota GAM yang terkepung di rawa-rawa Cot Trieng. (Zainal Bakri � Tempo News Room)
No comments:
Post a Comment