Senin, 4 Agustus 2008.
Demo Rektor, Mahasiswa Unpad Tolak Kenaikan SPP
Senin, 04 Agustus 2008 | 18:27 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Ratusan mahasiswa Universitas Padjadjaran menggelar aksi unjuk rasa di halaman rektorat kampus itu Senin (4/8). Mereka menolak keputusan Rektor yang menaikkan harga SPP.
Menurut para pengunjuk rasa, kenaikan itu diputuskan Rektor Ganjar Kurnia melalui surat edarannya Nomor 9625/H6.1/TU/2008 . Disitu disebutkan, mahasiswa baru Universitas Padjajaran tahun ajaran 2008/2009 harus membayar Dana Pengembangan Fakultas, Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan, dan Dana Mahasiswa Baru besarnya masing-masing Rp 2 juta.
Mahasiswa menilai, , Universitas Padjadjaran sebagai lembaga pendidikan yang masih berstatus perguruan tinggi negeri seharusnya membuka akses pendidikan yang murah dan mudah dijangkau rakyat. �Namun yang terjadi malah sebaliknya,� kata Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran Gena Bijakasana.
Selain menolak kenaikan biaya kuliah ini, mereka juga menuntut rektorat melibatkan mahasiswa dalam kebijakan kampus. Juga memberikan keringanan dan pembebasan biaya kepada mahasiswa yang tidak mampu. �Rektor juga harus membuka pelayanan kepada mahasiswa yang tidak mampu dan menginformasikannya kepada media,� katanya.
Rektor Universitas Padjadjaran Ganjar Kurnia mengatakan rata-rata biaya kuliah yang sebelumnya Rp 1,5 juta dinaikkan menjadi Rp 2 juta. Namun, kata dia, kenaikan ini hanya berlaku bagi mahasiswa baru mulai tahun ajaran 2008. �Mahasiswa lama tidak dikenai kenaikan ini,� ujar Ganjar.
Pihaknya, sudah hampir lima tahun belum pernah menaikkan biaya kuliah. Padahal, BBM dan Tarif Dasar Listrik saja sudah naik beberapa kali dalam periode lima tahun itu. �Logikanya, kalau BBM naik, harga kertas juga pasti ikut naik,� kata Ganjar.
Padahal, kampus juga dituntut memperbaiki kualitas pelayanan bagi mahasiswa seperti fasilitas kuliah. Diantaranya kapasitas bandwith internet yang sebelumnya hanya dua mega sudah ditingkatkan menjadi 50 mega. �Atau wisuda yang dulu hanya dua kali setahun, sekarang menjadi enam kali,� katanya.
Selain itu, kata Ganjar, ia juga tengah meningkatkan kualitas dosen dengan menyekolahkan mereka ke jenjang yang lebih tinggi. �Saat ini paling tidak ada 137 dosen yang kami biaya di program S2 dan S3, serta 64 orang yang tengah sekolah di luar negeri,� katanya.
Soal keringanan bagi mahasiswa tidak mampu, menurut Ganjar bukan hal baru. Ia selalu membantu mahasiswa yang dilakukan melalui sejumlah program. �Setiap tahun kami membantu pembiayaan SPP bagi seribu hingga seribu lima ratus mahasiswa,� katanya.
Rana Akbari Fitriawan
INDEKS BERITA LAINNYA :
No comments:
Post a Comment