Rabu, 16 Oktober 2002.
RSUP Sanglah Dijaga KetatDenpasar, 16 Oktober 2002 12:10RSUP Sanglah, Denpasar, yang menjadi pusat perawatan pasien korban peristiwa "malam minggu kelabu" -pemboman di Legian, Kuta- kini dijaga ketat prajurit TNI.
Di rumah sakit rujukan terbesar di Pulau Dewata tersebut, Rabu siang, tampak puluhan personil TNI-AD berjaga-jaga sambil menyandang senjata laras panjang M-16.
Penjagaan difokuskan di sekitar kamar mayat dan kontainer pendingin jenazah, yang kini ditutupi tripleks.
Seorang anggota TNI-AD yang berjaga di pintu masuk kamar mayat, melarang siapa saja masuk, kecuali dengan izin pihak berwenang.
"Maaf pak, kami hanya menjalankan perintah," tegasnya, sambil menyilangkan tanganya yang memanggul senjata, melarang wartawan masuk.
Puluhan "kuli disket" dalam dan luar negeri terpaksa "gigit jari". Akhirnya mereka duduk-duduk di atas lantai di luar kamar mayat.
Hingga pukul 12.20 Wita siang ini, identitas dua korban ledakan yang meninggal Selasa malam (15/10) sekitar pukul 22.00 Wita, dan tengah malam tadi (16/10) pukul 00.00 Wita, belum diketahui.
Jumlah korban tewas akibat peristiwa itu, hingga Rabu siang menjadi 183 orang. [Tma, Ant]
No comments:
Post a Comment