Cari Berita berita lama

Imam Samudra Siap Mati Tanpa Grasi

Rabu, 17 Agustus 2005.
Imam Samudra Siap Mati Tanpa GrasiDenpasar, 17 Agustus 2005 11:06IMAM Samudra, salah seorang pelaku bom Bali yang divonis hukuman mati mengaku siap mati dan tidak perlu mengajukan pengampunan kepada presiden (grasi). "Saya mempunyai keyakinan kematian saya di atas jalan kebenaran," aku Imam Samudera dari balik terali besi di hadapan puluhan wartawan yang mengabadikannya di Lapas Denpasar, Rabu.

Dari kejauhan dengan jarak sekitar tujuh meter, ia mengatakan, tidak pernah terpikirnya untuk mengajukan grasi guna meringankan hukuman yang tengah dijalaninya.

"Saya tidak perlu pengampunan di dunia ini, karena Tuhan telah mengampuninya," ujarnya bersemangat dengan mengacungkan telunjuk tangan kirinya yang dikeluarkan lewat tembok lubang angin.

Imam Samudera hanya sendirian yang menampakkan bagian muka lewat lubang angin ketika berlangsung detik-detik peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kemerdekaan RI di Lapas Denpasar dengan inspektur Gubernur Bali, Drs Dewa Beratha.

Sementara rekannya Ali Guffron yang juga terpidana mati yang berada dalam satu bangunan, namun lain ruangan tidak menampakkan diri. Sedangkan tiga terpidana lainnya yang menempati bangunan di bawah tower masih "dipinjam" pihak Mabes Polri.

Ketiga terpidana tersebut masing-masing Amrozy terpidana mati, Ali Imron terpidana mati dan Utomo Pamungkas terpidana seumur hidup.

Sebanyak 24 terpidana kasus bom Bali yang meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Denpasar 19 orang diantaranya mendapat remisi rata-rata selama tiga bulan.

Remisi yang diterima kali ini merupakan yang kedua setelah HUT kemerdekaan sebelumnya menerima remisi dua bulan. [Dh, Ant]

No comments:

Post a Comment