Sabtu, 27 Januari 2007.
Kalori Seimbang
Mengapa tubuh mendadak bugar setelah diasup 'doping'? Jawabnya terletak pada proses metabolisme tubuh. Ini adalah proses sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi. Menurut pakar gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Nuri Andarwulan PhD, proses metabolisme sel tubuh terlebih dahulu mesti distimulan oleh beragam vitamin. Salah satunya, yang berperan amat penting, adalah vitamin B kompleks. Nah, makanan dan minuman suplemen biasanya mengandung vitamin jenis ini. Asupan vitamin B kompleks ke dalam tubuh karenanya bakal mendongkrak proses metabolisme dan pada gilirannya menghasilkan energi lebih besar. Inilah mengapa badan terasa lebih bertenaga setelah menenggak makanan dan minuman suplemen. Khusus pada minuman suplemen, efeknya relatif lebih cepat terasa. Ini lantaran minuman jenis ini mengandung zat pemanis buatan (sorbitol, siklamat, atau aspartam) yang sangat mudah diserap tubuh. Tak kalah penting, minuman suplemen mengandung dua senyawa 'ajaib': taurin dan kafein yang ma!
mpu membuat tubuh terus greng. Taurin adalah 'zat gizi' bagi sel-sel otak agar tetap segar. Sementara, kafein mengelabui tubuh untuk tetap beraktivitas tinggi dengan meningkatkan tekanan darah, pengeluaran urine, dan aktivitas sistem saraf pusat. ''Jadi, semuanya semacam manipulasi,'' terang Nuri. Seperti minuman suplemen, konsumsi tablet multivitamin juga merupakan cara lazim memasok kebutuhan tubuh akan aneka vitamin dan mineral. Dalam satu kapsulnya, suplemen ini memuat bergepok vitamin: vitamin C, B1, B12, B2, B6, B3, B5, H (biotin), A, E, D3, K1. Termasuk ragam mineral: potassium iodide, cupric sulfate anhydrous, picolinate, zinc oxide, calcium carbonate, magnesium, betacarotene, iron. Hanya, kata Nuri, makanan dan minuman jenis ini mesti ditempatkan dalam posisinya sebagai 'suplemen' alias pangan tambahan belaka. Suplemen tidak dapat secara total menggantikan fungsi pangan pokok dalam penyediaan kalori tubuh. ''Termasuk kebutuhan tubuh untuk beristirahat,'' kata dia!
menegaskan. Mengonsumsi pil multivitamin dan minuman supleme!
n karena
nya tak berarti kita bisa kurang tidur. Seperti mesin mobil, jika terus dipaksa bermetabolisme sel-sel tubuh pun bakal aus dan lelah. ''Mereka punya batas biologis,'' tutur Nuri seraya menyebut waktu 6-8 jam sebagai rata-rata minimal tubuh untuk tidur. Toh, terlampau getol mengkonsumsi minuman energi bukannya tanpa risiko. Konsumsi yang terus-menerus, kata Nuri, berpotensi mengubah pola metabolisme tubuh. Akibatnya, orang tersebut bisa kecanduan. Ini lantaran tubuh menagih dosis standar untuk bermetabolisme. Ibarat orang sudah fanatik kopi, maka diberi bergelas-gelas pun terasa tak mempan. Demikian pula menenggak pil-pil multivitamin. Jika dilakukan dalam dosis besar, ini berpotensi memicu avitamonisis alias keracunan. Untuk vitamin B atau C yang larut dalam air, kata Nuri, keracunan bisa terjadi setelah konsumsi 10-15 kali dosis standar. Nuri yakin, siapa pun sebetulnya bisa bebas makanan atau minuman suplemen, ''Dan tetap bisa bekerja keras,'' katanya. Caranya? Yakni de!
ngan mengatur asupan kalori yang seimbang. Untuk itu perlu manajemen makan yang disiplin. Nuri menghitung, seorang pekerja workaholic pria membutuhkan minimal 2.200 kilo kalori (kkal) per hari, sementara wanita 2.000 kkal per hari. Adapun pekerja pria nonworkaholic hanya memerlukan 2.000 kkal per hari, sementara wanita 1.800 kkal per hari. Dengan asupan makanan yang terseleksi, kata Nuri, kebutuhan kalori minimal itu bisa terpenuhi. Sebagai contoh. Sepiring nasi plus ayam goreng, telor, tempe dan tahu, rata-rata mengandung 400-500 kkal. Sementara satu gelas jus buah memuat 150-210 kkal. Jika kita pintar mengaturnya, kata Nuri, tanpa suplemen pun kita bisa tetap workaholic, bukan?
(imy )
No comments:
Post a Comment