Cari Berita berita lama

Republika - Depok Butuh Rp 25 Miliar untuk Tangani Permukiman Kumuh

Sabtu, 12 April 2008.

Depok Butuh Rp 25 Miliar untuk Tangani Permukiman Kumuh












DEPOK--Pemkot Depok mengajukan permintaan dana Rp 25 miliar kepada Kementrian Negara Perumahan Rakyat untuk menangani permukiman kumuh. Sasarannya, yakni sejumlah daerah pinggiran, seperti di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kelurahan Tapos, Kecamatan Cimanggis, dan Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Menurut Kepala Dinas Tata Kota dan Bangunan (Distakotbang), Kota Depok, Rendra Fristoto, di daerah tersebut banyak warga yang belum memiliki sarana mandi cuci kakus (MCK) yang baik. Selain itu, sirkulasi udara di rumah mereka tidak bagus. Parahnya lagi, ada rumah yang menyatu dengan kandang ternak. ''Padahal, hewan ternak itu bisa menularkan penyakit,'' ujarnya, Jumat (11/4). Menindaklanjuti rencananya itu, akan dilakukan penyuluhan rumah sehat yang memenuhi standar kesehatan. Sebab, sanitasi yang buruk memicu sejumlah penyakit, semisal infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan Diare. Jika lingkungan masyarakat sehat, kata Rendra, alokasi dana!
masyarakat untuk berobat akibat lingkungan buruk dapat digunakan untuk kegiatan lain. Misalnya, dana tersebut digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan atau meningkatan keterampilan. Selain itu, lanjut Rendra, pihaknya berencana merehab rumah warga yang tak layak huni. Seperti rumah yang hampir rubuh maupun sangat kumuh. ''Kami akan memberi bantuan dana kepada warga yang rumahnya harus direhab, jika dana tersebut sudah turun,'' ujarnya. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Sopian Suri, mengatakan dirinya sangat mendukung program tersebut. Sebab, lingkungan bersih dan sehat sangat dibutuhkan masyarakat. ''Apalagi banyak rumah kumuh dan hampir roboh di kelurahan saya,'' ujarnya. Hal senada juga diungkapkan Eki, warga Jalan Sersan Ali, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas. ''Sebaiknya, pemkot segera membenahi kawasan kumuh di Kampung Lio, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas. Sebab, lingkunga!
n kumuh merupakan sumber penyakit.'' Guna pendataan dan memud!
ahkan pe
mberian bantuan, sejumlah rumah warga miskin (gakin) di Kota Tangerang ditempeli stiker. Menurut Kasi Bantuan Fakir Miskin Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Kabupaten Tangerang, Bambang Siswoyo, pemasangan stiker itu bertujuan untuk memutus mata rantai birokrasi dan pemberian bantuan tepat sasaran. ''Penyaluran beras bagi warga miskin (raskin), minyak tanah, minyak goreng, dan bantuan lainnya diberikan kepada gakin yang ditempeli stiker tersebut,'' kata Bambang, Jumat (11/4). Penempelan stiker di rumah gakin itu dimaksudkan agar bantuan jatuh ke tangan yang membutuhkan, sehingga tidak terjadi salah sasaran dalam pemberian bantuan. Pemasangan stiker juga terkait rencana penyaluran raskin oleh bulog langsung ke permukiman warga. ''Bulog nantinya tidak perlu sulit mencari warga miskin.'' c54/c65
( )

No comments:

Post a Comment