Selasa, 8 Mei 2007.
Belasan Ribu Anak di Lebak Kurang Gizi
LEBAK -- Belasan ribu anak-anak di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kekurangan gizi sehingga perlu diwaspadai agar tidak menjadi status gizi buruk. Sementara, persediaan bahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Air Susu Ibu (ASI) sudah habis. ''Kami sangat khawatir anak-anak penderita kekurangan gizi berubah menjadi status gizi buruk,'' kata Kepala Tata Usaha Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Lebak dr Suhara Manulang, Ahad (6/5). Berkaitan dengan itu, pihaknya meminta penanganan gizi kurang hendaknya dapat memperoleh perhatian semua pihak termasuk eksekutif, legislatif, pengusaha, serta masyarakat. Ia mengatakan, jika tidak segera ditangani secepatnya, mereka bisa menjadi status gizi buruk, terlebih habisnya masa penyaluran makanan tambahan ke setiap posyandu masing-masing. Menurut dia, penderita gizi buruk dapat menimbulkan terjadinya generasi yang hilang karena anak-anak usia Balita sangat membutuhkan asupan zat bergizi. ''Anak kurang gizi dan gizi !
buruk otaknya akan mengecil sehingga dapat melahirkan keterbelakangan mental alias idiot,'' ujarnya. Ia menjelaskan, tingginya anak kurang gizi maupun gizi buruk yang berasal dari keluarga miskin disebabkan rendahnya pengetahuan tentang pola makan. Selain itu, lingkungan tidak mendukung untuk kesehatan. ''Masih banyak ditemukan warga yangmembuang air besar di sembarangan tempat seperti kebun atau sungai. Selain itu, rumah tidak memiliki pintu jendela. Itu juga sangat berpotensi untuk timbulnya masalah kesehatan,'' ujarnya. Timbulnya masalah kekurangan gizi maupun gizi buruk juga akibat lilitan ekonomi sehingga daya beli masyarakat rendah terutama untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Oleh sebab itu, untuk mencari jalan keluarnya harus ada lapangan pekerjaan serta program ekonomi kerakyataan baik yang dilakukan pemerintah maupun pengusaha, katanya. ''Sejauh ini pemerintah daerah cukup positif dengan adanya pembangunan infrastuktur jalan sehingga akses ekonomi dapat meningka!
tkan kesejahteraan,'' jelasnya. Data dari dinas kesehatan set!
empat, m
enyebutkan, hingga saat ini jumlah anak-anak kekurangan gizi tercatat sebanyak 14.027 orang dan anak gizi buruk berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) Tahun 2007 tercatat 1.311 anak tersebar di 35 puskesmas. ''Dari sekian puskesmas, Puskesmas Kecamatan Rangkasbitung tertinggi dengan jumlah anak penderita gizi buruk yakni sebanyak 110 anak,'' ungkapnya. Tata, petugas gizi dinas kesehatan Lebak, mennyebutkan, pada bulan Juli mendatang akan memperoleh bantuan makanan tambahan dari pemerintah pusat yang didanai APBN. Karena itu, pihaknya tidak mengusulkan anggaran alokasi gizi buruk kepada pemerintah daerah melalui APBD itu. Sementara itu, Ketua LSM Bina Insani, Nurmanah, mengatakan, pihaknya berencana membuka pos krisis center pananganan penderita kekurangan gizi maupun gizi buruk.
(ant )
No comments:
Post a Comment