Cari Berita berita lama

Republika - BNI Tawarkan Kredit Buat Mahasiswa

Jumat, 8 Desember 2006.

BNI Tawarkan Kredit Buat Mahasiswa












BANDAR LAMPUNG -- BNI terus membuka pasar perbankannya dengan mencoba masuk ke duni kampus. BNI, dengan program Pojok BNI-nya, menawarkan kepada mahasiswa untuk memperoleh kredit usaha, termasuk informasi tentang perekonomian dan dunia kerja. Kemarin (7/12), BNI membuka pojok BNI pertamanya di Universitas Lampung (Unila). Wadirut BNI, Gatot M Suwondo, meresmikan Pojok BNI tersebut yang disaksikan Gubernur Lampung, Syahroedin Zaenal Pagaralam, dan Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional, Satriyo Soemantri Brojonegoro. Besaran maksimal kredit perorangan yang bisa dikucurkan lewat Pojok BNI itu mencapai Rp 100 juta. Para mahasiswa bisa mengajukan usulan usahanya ke Pojok BNI untuk dinilai layak diberikan kredit. Sejumlah mahasiswa Unila menyambut baik berdirinya Pojok BNI tersebut. Namun beberapa di antaranya meminta kejelasan prosedur kredit, terutama soal jaminan dan jenis usaha yang bisa diberi kredit. Menurut Gatot M Suwondo, pendirian Pojok BNI merupakan salah !
satu bentuk kepedulian BNI terhadap kemajuan pendidikan dan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Pojok BNI di Unila merupakan salah satu dari sejumlah Pojok BNI lain yang akan hadir di universitas di seluruh Indonesia. Pada kesempatan itu, Gatot meminta pembentukan Komite Pengawas (oversight committee-OC) penyelesaian kredit bermasalah (NPL) di Bank Mandiri dan BNI dipercepat. Dengan demikian, beban NPL di dua bank pelat merah itu bisa segera tuntas. Berdirinya OC, papar dia, akan menjembatani antara Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2006 yang merupakan revisi atas PP Nomor 14 tahun 2005 tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Negara/Daerah dan program hair cut di bank. ''Karena OC belum terbentuk, ya kita jalankan apa yang ada saja,'' kata Gatot. Ia mengklaim lewat OC, BNI akan lebih cepat menyelesaikan masalah NPL yang per September mencapai 16,58 persen. Fakta Angka Rp 5,456 triliun. Total kredit seret BNI yang direstrukturisasi.
(evy )

No comments:

Post a Comment