Sabtu, 24 Desember 2005.
Perilaku Seks Gajah Berkaitan dengan ManusiaWellington, 24 Desember 2005 00:58Perilaku seksual agresif gajah Asia dapat menjadi kunci untuk memahami indra keenam manusia, demikian antara lain isi penelitian yang disiarkan pekan ini dalam jurnal ilmiah internasional, Nature.
Studi yang diselenggarakan oleh ilmuwan Selandia Baru Dave Greenwood dan Elizabeth Rasmussen dari Oregon Heath and Sciences University, dipusatkan pada cara hewan memberi isyarat satu dengan yang lain.
Gajah jantan Asia terkenal karena dorongan kuat perilaku seksnya setiap tahun, yang disebut musth. Selama masa itu, gajah-gajah jantan tersebut mengeluarkan campuran kimia yang beraroma tak sedap untuk memberitahu pasangan mereka, kata para peneliti itu, Jumat (23/12).
Yang menjadi pertanyaan ialah apakah manusia memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan menggunakan pheromones (bahan kimia yang diproduksi oleh hewan dan berfungsi sebagai perangsang bagi yang lain dari jenis yang sama).
Tetapi penelitian mengenai perilaku gajah tersebut dipandang sebagai langkah penting untuk memahami isyarat semacam itu di kalangan mamalia.
Para peneliti mendapati hewan jantan yang lebih matang memberi kesan pada hewan betina dengan memasukkan keseimbangan mengenai bermacam versi pheromone khusus yang disebut frontalin, yang terdapat dalam dua bentuk "citra-cermin" molekular.
"Kami mendapati frontalin dikeluarkan oleh gajah dalam jumlah tertentu, tergantung atas usia hewan dan tingkat musth-nya," kata Greenwood.
Greenwood, asisten profesor kehormatan di School of Biological Science, Auckland University, mengatakan campuran pasti pheromone yang dikeluarkan oleh gajah jantan yang lebih tua mempengaruhi keinginan gajah betina untuk kawin dan cara gajah lain di sekitar mereka berperilaku.
"Tentu saja kami terkejut dengan hasil ini. Ini merupakan contoh pertama, di kalangan mamalia, mengenai penggunaan isyarat yang sangat tepat ini dan jumlah unsur kimia dalam memberikan isyarat," katanya.
"Semua reaksi terhadap pheromone seperti mengeluarkan suara, berlari, berputar-putar dapat diterjemahkan pada tingkat dasar oleh makhluk lain, termasuk manusia," katanya. [EL, Ant]
No comments:
Post a Comment