Sabtu, 26 Juni 2004.
Tim Amien Targetkan Sejuta OrangJAKARTA -- Tim kampanye duet Amien Rais-Siswono Yudohusodo mentargetkan satu juta orang untuk hadir pada kampanye terbuka di Stadion Gelora Utama Bung Karno, Senayan, hari ini. "Kami meminta maaf, bila masyarakat Jakarta terganggu perjalanan liburannya," kata Wakil Direktur Kampanye Icuk Zukafril kemarin di Jakarta.
Kampanye penutup duet Amien-Siswono di wilayah II (Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat) ini akan dilakukan pada pukul 14.00-16.00 WIB. Menurut situs Amien, kampanye akan dimeriahkan penampilan musikus Iwan Fals, grup Slank, dan Franky Sahilatua. Bila benar, inilah penampilan "turun gunung" Iwan ke dunia politik.
Menurut Icuk, kampanye juga akan dihadiri 73 elemen masyarakat dari kelompok lintas agama, usahawan, mahasiswa, dan pekerja sektor informal. Dalam kampanye ini, kata dia, tidak akan ada pidato politik Amien maupun Siswono. Sebaliknya, dengan tema "Rakyat Berbicara Pemimpin Mendengarkan", 12 orang yang dianggap mewakili 73 elemen akan berbicara selama dua menit.
Icuk mengatakan, 17 ribu pemilih PKS akan menghadiri kampanye pasangan itu. Mereka berasal dari Pemuda Keadilan dan para simpatisan PKS yang mendukung Amien. Secara institusi PKS memang belum mendukung, kata dia, tapi secara individual para anggotanya akan datang.
Amien kemarin melanjutkan kampanyenya di wilayah Jawa Barat. Ia menghadiri dialog yang digelar sivitas akademika Institut Manajemen Koperasi Indonesia, Jatinangor, Bandung. Ia bersedia menandatangani kontrak sosial untuk mengembangkan koperasi dan ekonomi kerakyatan bila terpilih menjadi presiden.
Siswono kebagian kampanye di Sukabumi. Ia mengunjungi sejumlah tempat, seperti perusahaan pakan sapi dan Lingkungan Industri Kecil Logam, Cibatu. Ia selanjutnya menggelar kampanye terbuka di Stadion Korpri, Cisaat.
Calon presiden Wiranto berkampanye di Palu, Sulawesi Tengah. Ia didampingi Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Alwi Shihab. Ia berziarah ke makam Habib Sayyed Idrus bin Salim Aldjufrie, ulama karismatis di wilayah itu.
Saat melakukan kampanye terbuka di Lapangan Vatulemo, Palu, Wiranto menyampaikan prioritas pemerintahannya bila terpilih. "Tangan kami adalah milik rakyat. Kaki kami adalah milik rakyat," kata mantan Panglima TNI ini kepada sekitar 5.000 orang yang hadir. Massa tampak mengenakan atribut sejumlah partai.
Calon wakil presiden Wiranto, Salahuddin Wahid, menghadiri istigotsah dan silaturahmi dengan ulama dan tokoh Jawa Timur di halaman kantor pengurus Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Timur. Sejumlah kiai berpengaruh seperti KH Mas Achmad Subadar (pesantren Besuk, Pasuruan), KH Kholil As'ad (Situbondo), dan KH Sofyan (Sidoarjo) tampak hadir.
Kepada yang hadir, Salahuddin mengatakan, koalisi antara PKB dan Partai Golkar akan menyerupai Barisan Nasional di Malaysia. Koalisi ini, kata dia, akan menjadi kekuatan mayoritas di parlemen.
Calon wakil presiden Hasyim Muzadi kemarin berkampanye di lapangan sepak bola Trikora, Jayapura. Pasangan Megawati ini menyatakan, tak ada pertentangan agama di Indonesia. Yang ada, menurut dia, hanyalah "pertentangan kepentingan seseorang yang mengadu domba agama".
Hasyim didampingi Ketua Umum Partai Damai Sejahtera Ruyandi Hutasoit. Saat berorasi, Ruyandi mengatakan, partainya bergabung dalam tim kampanye Mega-Hasyim karena visi dan misinya sama, yakni memperjuangkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mempertahankan pluralisme, menolak diskriminasi kepada kelompok tertentu, dan bersedia mencabut undang-undang yang bersifat diskriminasi.
Calon presiden dari Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat berkampanye di Nusa Tenggara Timur menyoroti kekurangan guru dan masalah kemiskinan di wilayah itu. Di depan ribuan pendukungnya, ia kembali menepis berbagai isu dan kampanye gelap tentang dirinya.
Kampanye di halaman GOR Oepoi, Kupang, ini dihadiri sedikitnya 5.000 orang. Sebagian besar adalah kalangan pemilih pemula, ibu rumah tangga, dan aktivis partai-partai yang mendukung pasangan ini.
Jusuf Kalla berkampanye secara terpisah di Jember. Ia mengatakan, bangsa ini sudah menanggung terlalu banyak masalah yang parah. Dengan demikian, kata dia, pemimpin bermasalah tidak akan bisa mengatasinya. "Mana mungkin masalah bangsa akan teratasi kalau pemimpinnya saja bermasalah," ujarnya.
Kalla tidak menyebutkan pemimpin yang ia nilai bermasalah itu. Dia hanya mengungkapkan, masalah-masalah yang mendera bangsa Indonesia adalah ekonomi, pendidikan, hukum, hak asasi manusia, dan politik. Masalah-masalah itu, kata dia, harus segera mendapat perhatian dan penanganan serius.
Kalla lalu menggelar dialog terbuka dengan massa pendukungnya. Sejumlah pegawai negeri sipil dan kader Partai Golkar menyatakan siap untuk mendukung pasangan ini. Selama perjalanan, ia tampak disambut masyarakat Jember. Ia juga menyempatkan datang ke sejumlah pesantren, di antaranya, pesantren Al-Qodiri dan Asshiddiqiyah putri. istiqomatul/cunding/deden/jem's/sunudyantoro/mahbub
No comments:
Post a Comment