Cari Berita berita lama

Kompas.Com - Dede.yusuf.ambil.sisi.positif.penggeledahan.kpk

Jumat, 10 Oktober 2008.

BANDUNG, JUMAT - Kantor Wakil Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate Bandung, Jumat, H Yusuf Macan Effendi menjadi salah satu target ruangan yangdigeledaholeh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 'Saya kira cara seperti ini perlu sering dilakukan agar mengingatkan para pejabat untuk tertib administrasi dan bebas korupsi. Cara KPK ini harus diambil sisi positifnya,' kata Dede Yusuf, Jumat (10/10).
Dede mengakui, sejumlah dokumen dan agenda di ruangan dan ruang staf Wagub Jabar ikut digeledah. 'Ruangan saya memang digeledah, saya persilahkan saja karena sejak saya masuk jadi Wagub tiga bulan lalu laci dan komputer saya kosong,' kata Wagub Jabar yang akrab disapa Dede Yusuf itu.
Ia mengaku, ketika tengah berbincang-bincang dengan anggota DPRD Jabar dari Fraksi PAN, H Maman Abdurachman tiba-tiba dua anggota KPK masuk dan menunjukkan jati dirinya.
Dede sendiri menempati ruangan bekas Wagub sebelumnya H Nu’man Abdul Hakim di salah satu sudut utara ruangan lantai dua Gedung Sate. Selanjutnya dua anggota KPK minta izin membuka dokumen di kantor dan ruangan staf Wagub Jabar. 'Semua agenda Wagub sejak 2002 hingga 2008 diperiksa, sejumlah dokumen juga dibuka dan diperiksa,' katanya.
Dede sendiri memilih keluar dari ruang kerjanya untuk memberikan keleluasaan kepada petugas KPK melaksanakan tugasnya. 'Saya pilih ke luar ruangan, tadinya saya mau terima tamu di ruangan, namun dengan adanya KPK saya alihkan pertemuan ke rumah dinas saja,' ucapnya.
Dede mengakui, sebagai pejabat baru di Pemprov Jabar, ia mengaku tak punya beban apapun dengan penggeledahan di kantornya itu. 'Sebagai pejabat baru, justeru hal ini positif untuk mengingatkan jajaran untuk tertib administrasi dan bersih. Bagi saya tak ada beban apapun,' katanya.
Sementara itu proses penggeledahan di Gedung Sate Bandung hingga pukul 17.00 WIB masih terus berlangsung. Tim KPK yang berjumlah 10 orang melakukan pemeriksaan di ruangan Gubernur Jawa Barat dan sesekali ke ruangan Sekda Jabar.
Kasus dugaan pengadaan alat pemadam kebakaran (Damkar) itu terjadi pada periode 2003-2004 jauh sebelum Gubernur H Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf berkantor di Gedung Sate. Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pengadaan Damkar di Jabar yakni DS, WK dan seorang pengusaha rekanan pengadaan barang YS.
IMA
Sumber : Antara

No comments:

Post a Comment