Cari Berita berita lama

detikcom - Sri Hardono Meninggal di Pesawat 10 Menit Sebelum Mendarat

Selasa, 23 November 2004.
Sri Hardono Meninggal di Pesawat 10 Menit Sebelum Mendarat
Muhammad Atqa - detikcom

Jakarta -
Pilot Garuda Kapten Pilot Sri Hardono dipastikan meninggal dunia di dalam pesawat. Dia meninggal sepuluh menit sebelum pesawat Boeing 737-500 dengan nomor penerbangan GA 501 jurusan Pontianak-Jakarta itu mendarat kembali di Bandara Supadio, Pontianak.

Demikian kesaksian copilot Aditia Adiyanto kepada wartawan seusai pemakaman Almarhum Sri Hardono di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2004). Aditia adalah copilot yang menggantikan kemudi pesawat GA 501 saat Sri Hardono mengeluh sakit.

Menurut Aditia, sebenarnya pada awal penerbangan Pontianak-Jakarta tidak ada kejadian apa pun yang aneh. Semuanya baik-baik sama. Namun, Sri Hardono merasa sesak nafas saat pesawat yang dikemudikannya berada pada ketinggian 15.000 kaki.

"Kemudian saya memanggil awak kabin lainnya untuk membantu. Maka diperlukan dokter untuk membantu dan ternyata di antara penumpang ada dua orang dokter. Setelah dokter itu memeriksa, lalu diputuskan untuk balik ke bandara dan ternyata 10 menit sebelum mendarat, pak Sri Hardono dinyatakan meninggal," kata Aditya.

Aditia juga mengaku baru dua kali terbang bersama Kapten pilot Sri Hardono. Selama mengemudikan pesawat, Aditia tidak pernah mendengar Kapten Sri Hardono mempunyai keluhan penyakit.

Sementara itu, Amir M. Marmin, Kepala Balai Penerbangan Departemen Perhubungan, membantah
pemberitaan beberapa media massa bahwa almarhum Sri Hardono sempat meminum obat sakit jantung sebelum menerbangkan pesawat itu. "Pemeriksaan kesehatan terhadap beliau terakhir kali pada tanggal 10 November 2004. Selama pemeriksaan tersebut tidak pernah diindikasikan bahwa beliau pernah sakit jantung dan semuanya baik-baik saja. Jadi tidak benar kalau beliau sebelum terbang minum obat jantung terlebih dahulu," kata dia.


Menurut dia, Sri Hardono hanya meminum obat anti hipertensi, norfas 5 ml, dan krestor 10 ml. "Obat ini diminum untuk menurunkan kalesterol beliau yang berada pada tingkat 223. Normal tingkat kolesterol adalah kurang dari 200. Obat-obat ini diminum tidak akan mempunyai pengaruh apa-apa," kata dia.

Hasil otopsi RSCM, kata Amir, almarhum Sri Hardono meninggal dunia karena matinya otot jantung.
(
asy
)

No comments:

Post a Comment