Kamis, 4 November 2004.
6 Bulan Terakhir, 5 Warga Jateng Mati Keracunan Makanan
Triono Wahyu Sudibyo - detikcom
Semarang -
Dalam Lebaran yang akan hadir, ada baiknya Anda tidak terlalu bernafsu terhadap makanan. Pasalnya, kasus keracunan makanan bisa saja terjadi. Di Jateng, lima orang mati akibat keracunan makanan selama setengah tahun terakhir.
Kasus keracunan makanan yang mengakibatkan korban jiwa terjadi di Cilacap (satu orang) pada bulan April lalu. Kemudian hal serupa juga terjadi di Purbalingga dengan korban tewas sebanyak empat orang. Kelimanya sempat dirawat di RS setempat, tapi tak berhasil diselamatkan.
"Sebagian besar korban mengonsumsi makanan yang kedaluarsa. Ada yang makan masakan bandeng pindang, tapi ada yang hanya minum ginseng dengan tambahan zat lainnya," kata Kepala BPOM Jateng Atiek Harwati ketika ditemui di kantornya, Jl. Madukoro Semarang, Kamis (04/11/2004).
Berdasarkan data BPOM dari April sampai Oktober 2004, selain menewaskan lima orang, makanan dan minuman beracun juga menyebabkan ratusan orang tersiksa mual dan muntah-muntah. Sebagian di antaranya terpaksa harus opname di RS.
Kasus-kasus keracunan terjadi merata di Jateng. Di antaranya, di Grobogan, Prubalingga, Jepara, Kab Pekalongan, Kendal, Salatiga, Karanganyar, Brebes, Temanggung, dan Semarang. Terakhir, kejadian itu terjadi di Semarang yang menyebabkan 14 murid salah satu SDN masuk ke RS.
"Pada beberapa kasus, keracunan itu terjadi pada orang yang punya hajatan. Atau, mereka yang memperoleh makanan dari catering," kata Atiek.
Berdasarkan kasus-kasus itu, kata Atiek, pihaknya memberi penyuluhan pada seluruh kabupaten dan kota di Jateng. Kemudian, BPOM juga mengundang kalangan industri makanan dan minuman agar berhati-hati dalam menyajikan produknya.
Atiek menambahkan, sebenarnya kasus keracunan bukan tanggung jawab lembaganya. "Kami hanya menerima laporan dan memeriksa sampel. Sedangkan penanganannya ada pada Dinas Kesehatan," demikian Atiek.
(
nrl
)
No comments:
Post a Comment