Senin, 7 Juli 2008.
'Militer tak Tinggalkan Saya Sendirian'
KARACHI -- Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengklaim masih mendapatkan dukungan kuat dari militer. Ia jug menegaskan kembali tekadnya untuk tak akan melepaskan jabtan kepresidenan. ''Angkatan bersenjata tak akan meninggalkan saya sendirian,'' katanya dalam pertemuan pemimpin bisnis di Karachi, Jumat (4/7). Sejumlah kalangan menyatakan setelah Musharraf tak lagi menjabat sebagai kepala angkatan bersenjata, ia ditinggalkan begitu saja oleh kekuatan militer yang didukung 500 ribu personel. Ia melepas jabatan itu pada November lalu. Menurut Musharraf, mereka yang menganggap angkatan bersenjata tak lagi mendukungnya merupakan orang-orang hipokrit dan pembuat rumor. Bahkan laporan media Pakistan akhir-akhir ini melansir hubungan dekat antara dirinya dengan kepala angkatan bersenjata yang baru, Ashfaq Kayani. Musharraf juga menegaskan kembali ia tak akan mundur dari jabatannya. Meski partai berkuasa, Pakistan People Party (PPP) pimpinan Asif Ali Zardari dan Pakistan M!
uslim League-Nawaz (PML-N) pimpinan Nawaz Sharif, tetap mendesak agar Musharraf segera mundur dari jabatannya. ''Saya tak akan meninggalkan Pakistan untuk menempati rumah mewah di AS atau Turki. Mengapa saya harus melakukannya? Saya tak melakukan kejahatan. Tapi, saya tak akan melewatkan satu hari pun untuk mundur bila menguntungkan negara dan pecahkan semua masalah,'' kata Musharraf. Musharraf juga mendesak pemerintah baru yang terpilih untuk fokus pada upaya rekonsiliasi politik dan pemecahan masalah ekonomi serta bekerja keras memerangi Taliban dan Alqaidah. Ia dikabarkan sedang mendekati PPP, untuk mengamankan posisinya sebagai presiden. Sementara pemerintah Amerika Serikat (AS) yang selama ini mendukung Musharraf juga mengindikasikan tak lagi memedulikannya lagi. Dalam kunjungannya ke Pakistan pekan ini, Asisten Menlu AS, Richard Boucher mendesak pemerintah Pakistan menangani masalah keamanan dan ekonomi. Ia juga menegaskan, nasib Musharraf tak lagi menjadi perhati!
annya. Sementara PM Pakistan Yousuf Raza Gilani dijadwalkan be!
rtemu Pr
esiden AS George W Bush pada 28 Juli. afp/fer
( )
No comments:
Post a Comment