Senin, 11 September 2006.
Massa Anti-TSPT Bojong Keroyok Camat Klapanunggal
Warga menuding camat mengkhianati gerakan warga menolak TPST Bojong
BOGOR -- Warga sekitar Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, kembali melakukan aksi demonstrasi, Sabtu (9/9). Dalam aksinya warga melakukan blokade pintu masuk atau gerbang TPST Bojong. Aksi ini merupakan rentetan dari sejumlah unjuk rasa yang dilakukan sebelumnya terkait keberadaan TPST Bojong. Dalam aksi kali ini, massa pengunjuk rasa yang mayoritas kaum ibu, menuntut Pemkab Bogor mencabut Surat Keputusan Bupati Bogor yang ditandatangani Bupati Bogor Agus Utara Effendi bernomor 591/31/Kpts/Huk/2001 tentang Pemberian Izin Lokasi untuk Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Pada saat massa sedang berunjuk rasa di depan TPST Bojong, Camat Klapanunggal, Pandji Ksatryadi, tiba dengan mobil dinas hitam nopol F 1123 F. Pandji langsung masuk ke rumah seorang tokoh masyarakat yakni Naih. Di sana dia disambut oleh para tokoh masyarakat lainnya. Tuan rumah pun tak luput menyajikan kopi hangat dan makanan. Belum lagi meneguk k!
opi yang dihidangkan tuan rumah, tiba-tiba massa bergerak ke rumah Naih. Mereka berteriak-teriak dan menuding Pandji sebagai penghianat warga. Melihat pergerakan massa tersebut, Koordinator Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKMPL), Mizar, dan para tokoh masyarakat lainnya secepatnya mengambil langkah untuk menyelamatkan Pandji. Massa yang melihat Camat akan dievakuasi, justru semakin merangsek ke rumah Naih. Evakuasi terhadap Pandji pun nyaris terhambat karena massa sudah mengepungnya. Agar tidak terjadi hal yang dapat merugikan Pandji, para tokoh masyarakat mencoba menghadang aksi massa. Tetapi massa terus mengejar dan tidak ayal beberapa pukulan menghujam ke tubuh Camat Klapanunggal ini. Massa terus mengejar Pandji walaupun Pandji sudah masuk ke mobil dinasnya. Massa kian beringas dengan melempari mobil dinas warna hitam itu dengan benda keras. Akibatnya, dua kaca spion mobil Pandji patah dan pecah. Beruntung mobil dinas Toyota Kijang ini cepat meninggalkan lokasi amu!
k massa. Koordinator FKMPL, Mizar, mengakui, kedatangan camat!
yang ba
ru bertugas dua bulan itu untuk melakukan langkah persuasif terhadap warga penolak TPST. "Caranya ya dengan mendekati beberapa pengurus FKMPL dan memberikan bantuan atas kepentingan masyarakat dari mulai komputer hingga beras," katanya kepada wartawan, Sabtu (9/9). Dikatakan, langkah persuasif juga akan dilakukan Pandji terhadap warga yang membuat blokade sebagai wujud penolakan TPST. Namun tampaknya warga tidak akan berkompromi dengan sikap Camat Klapanunggal dan aparat dari instansi lainnya. Pandji sendiri menyayangkan terjadi amuk massa terhadap dirinya. Walaupun demikian, Pandji mengaku, dirinya tidak berpikir untuk mengambil langkah hukum atas peristiwa tersebut. "Meski tubuh saya dipukul dan ditendang warga sendiri, tetapi saya tidak ada pikiran untuk memperkarakan peristiwa tersebut secara hukum," tegasnya. Pandji melanjutkan, "Biar bagaimana, mereka itu adalah warga saya. Ibarat kata mereka itu adalah anak saya. Ada yang nakal dan baik. Tetapi saya yakin warga saya y!
ang baik tidak mungkin bertindak seperti sekarang ini," katanya. Ikhtisar - Warga berkeras menolak keberadaan TPST Bojong dan menuntut bupati mencabut izin operasionalnya - Langkah persuasi camat terhadap warga dianggap mengkhianati gerakan warga menolak TPST
( )
No comments:
Post a Comment