Cari Berita berita lama

KoranTempo - Pendingin Ruangan Tanpa Listrik

Sabtu, 28 September 2002.
Pendingin Ruangan Tanpa ListrikZHANG YUE PRESIDEN DIREKTUR BROAD AIR CONDITIONING

Saya bertemu Zhang Yue di Broad Town, Changsha, Cina, Kamis (19/9), bersama beberapa wartawan dari Jakarta. Ini rupanya motor perusahaan yang dipuji Richard S. Sweetser, konsultan senior America Energy Department, sebagai industri inovator, karena membuat mesin pendingin pencakar langit tanpa listrik (//absorption chiller//).

Zhang seperti pria Cina kebanyakan, kecuali rambutnya yang dibiarkan panjang dan memiliki dua anak. Dia tak bicara Inggris, tak necis, dan Anda sukar merasa yakin jika produk buatannya yang mendinginkan kantor perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. Berikut petikan percakapan dengan Zhang, pemimpin perusahaan swasta yang didirikan dengan modal awal US$ 3.000 dan sejak enam tahun lalu membayar pajak US$ 1,2 juta per tahun.

Bagaimana gagasan membuat pendingin tanpa listrik muncul, sementara telah ada mesin pendingin listrik?

Sekitar 10 tahun lalu, negeri kami kekurangan listrik. Chiller instalasi paling rakus (50-60 % konsumsi listrik total). Tapi, fungsinya tak tergantikan karena mesin ini mengatur suhu ruangan. Jadi, jika ada produk sejenis yang tak perlu listrik, produk itu sangat membantu. Kami pun membuat chiller yang menggunakan energi panas.

Bukankah energi panas menghasilkan pencemaran?

Sebaliknya, chiller kami menghemat energi 20-50 persen dibanding chiller listrik, dengan emisi CO2 lebih rendah. Akumulasi penghematan investasi dari 7 ribu chiller kami yang beroperasi sekarang US$ 7,2 miliar, setara dengan pembangunan 20 pembangkit listrik 300 ribu kW. Kami juga memakai agen pendingin lithium bromida yang ramah lingkungan, bukannya yang merusak ozon seperti CFC. Chiller kami juga tak memiliki bagian bergerak seperti kompresor pada chiller listrik, hingga menurunkan kerentanan. Karena keunggulan itu, kami yakin produk ini laku dan memang demikian. Sekarang kami membuat mesin hanya sesudah dipesan. Total penjualan tahun lalu US$ 247 juta.

Ada kunci sukses lain?

Ada dua hal. Pertama, kami memiliki karyawan yang berkualitas. Kedua, sejak awal kami menggunakan bahan baku produk dari perusahaan terbaik di dunia, hingga menghasilkan produk terbaik. Sejauh ini tak ada chiller kami yang bermasalah karena rendahnya kualitas, dengan tingkat gangguan kesleuruhan di bawah 0,5 persen per tahun.

Mengapa memilih nama Broad, bukan nama Cina?

Kami pikir nama ini mewakiliki keinginan kami. Nama Broad mengingatkan kami untuk berpikir luas. Bagi saya, hukum bisnis yang berlaku bukan �memberi sedikit, dapat banyak�. Saya yakin kalau mengeluarkan lebih banyak, akan dapat lebih banyak.

Bagaimana Anda memandang kedudukan riset dalam perusahaan Anda?

Kami percaya masa depan industri tak bisa lepas dari kekuatan risetnya. Dari awal saya mengemudi sendiri bagian ini. 70 persen waktu kerja saya pada bagian ini. Ada 200 orang di sana, dengan anggaran riset di bagian ini 5 persen dari pendapatan. Broad sendiri pada saat ini mengantongi berbagai paten dalam industri ini.

Gaji di sini besar?

(Tersenyum) Mungkin di waktu ini benar, kami memberi lebih banyak. Tapi, pada awal berdiri, gaji sangat kecil.

Anda optimis dengan pasar Broad di Indonesia?

Saya ke Jakarta 1 Juni 2002. Saya memiliki keyakinan besar dengan produk kami, Indonesia sedang kekurangan listrik seperti ketika kami mendapat alasan untuk mulai membuat chiller ini di Cina. Sementara itu, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya yang besar, termasuk gas alam cair yang diperlukan untuk menggerakkan chiller kami.

Mungkin nanti Indonesia akan menggunakan generator listrik bahan bakar minyak dan jika begitu kami juga bisa membantu menghemat listrik karena chiller kami dapat menggunakan tenaga panas gas buang dari generator itu. Apapun cara Indonesia untuk memenuhi suplai listrik, saya yakin Broad merupakan solusi, seperti yang kami lakukan di Cina selama 10 tahun ini.

Anda puas dengan Broad sekarang?

Belum. Saya tidak ingin menjadi yang terbesar, tapi saya masih ingin agar di mana pun orang perlu chiller, di sana ada Broad. Pada saat ini Broad baru ada di 10 negara. Meski chiller kami paling laris di Amerika Serikat dan menguasai 70 persen pasar Prancis, pada 2005 kami berharap menguasai lebih dari 50 % pasar di 40 negara maju dan berkembang, dengan penjualan per tahun US$ 1,3 miliar.

Kabarnya Anda senang melukis. Ini mempengaruhi sukses Anda?

(Tersenyum) Dari kecil sampai usia 23 saya pelukis. Saya berfikir harus menganjurkan setiap orang tua untuk mengajari anaknya melukis. Kegiatan melukis membuat saya lebih jeli pada detil, memiliki ketekunan, yang berguna untuk bidang yang saya geluti sekarang. Saya berfikir, karena kegiatan itu saya cepat dapat memahami masalah dan mengambil keputusan. yosep suprayogi

No comments:

Post a Comment