Cari Berita berita lama

KoranTempo - Pemprov Jawa Barat Antisipasi Datangnya Tsunami

Rabu, 29 Desember 2004.
Pemprov Jawa Barat Antisipasi Datangnya TsunamiBandung -- Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan menginstruksikan semua bupati dan wali kota se-Jawa Barat untuk mengantisipasi ancaman datangnya gelombang tsunami. Instruksi ini diberikan Gubernur berkaitan dengan kemungkinan Jawa Barat terkena gelombang dahsyat ini pascagempa di Aceh dan Sumatera Utara dua hari lalu.

"Saya sudah meminta Asisten III untuk mengirimkan surat kepada bupati dan wali kota untuk waspada terhadap kemungkinan (tsunami) ini," ujar Danny di Bandung, Selasa (28/12). Instruksi ini, kata dia, termasuk memeriksa kembali infrastruktur yang ada, apakah masih dalam kondisi baik atau tidak.

Warga mulai panik ketika mendengar kabar kemungkinan terjadinya tsunami di selatan Pulau Jawa. Kepala BMG Kota Bandung Hendri Subekti menyayangkan para ahli yang mengeluarkan pernyataan soal kemungkinan tsunami tersebut yang menyebabkan kepanikan. Ia meminta agar masyarakat tidak panik.

Di sepanjang selatan Pulau Jawa, menurut Hendri, bisa terjadi tsunami. Pasalnya, terdapat lempeng aktif yang menjadi pemicu terjadinya gempa bumi. "Tapi kapan dan di mana, saya tidak tahu. Bisa nanti malam, bisa 10 tahun sekali. Secara statistik dan fisik, kondisinya memungkinkan (terjadi tsunami) di pantai selatan Jawa," katanya.

Ia meminta masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai untuk waspada dan memperhatikan gejala datangnya tsunami, yakni gempa yang terjadi disertai air laut surut tiba-tiba. Jika hal itu terjadi, masyarakat diminta segera lari menjauh dari pantai. Sejak terjadinya gempa dengan datangnya tsunami, masih ada waktu tersisa untuk lari menjauh. Dengan kecepatan rata-rata tsunami 500 km/jam menempuh 100 kilometer, diperkirakan terdapat jeda waktu 12 menit.

Akibat tsunami yang menyapu Aceh dan Sumatera Utara, ratusan nelayan di Kecamatan Bojonegara dan Karangantu, Kabupaten Serang, Banten, enggan melaut. "Kami terpaksa diam di rumah sampai situasi gelombang dan angin mereda. Kami juga terpengaruh adanya gelombang tsunami," kata Heeruddin, 48 tahun, nelayan di Karangantu, Banten.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Banten Edy Kelana mengimbau pengusaha jasa penyeberangan Merak-Bakeuheni agar waspada. Gempa tektonik yang terjadi di Aceh yang menimbulkan gelombang tsunami memicu naiknya gelombang laut di Samudra Indonesia dan Selat Sunda, sekitar setengah meter. rana akbari fitriawan/ahmad fikri/faidil akbar

No comments:

Post a Comment