Rabu, 19 Januari 2005.
Kaum Nudis Hong Kong Minta Pantai BebasHONG KONG -- Kaum nudis Hong Kong meminta pemerintah mengizinkan mereka menyewa pantai untuk melakukan aktivitas secara bebas tanpa sembunyi-sembunyi. Bila izin itu diberikan, Hong Kong menjadi wilayah pertama di Asia yang mengizinkan kegiatan nudis.
Ketua kaum nudis Simon Cheung mengatakan, Hong Kong telah menjadi kota kosmopolitan, yang selalu memberi kebebasan kepada warganya. "Kota-kota di negara maju lain telah mengizinkan kaum nudis menyewa tempat dan melakukan kegiatan tanpa khawatir ditangkap. Kenapa kita tidak?" kata Cheung.
Aksi nudis masih dianggap tabu di Hong Kong. Seorang waras yang kedapatan telanjang di muka umum diancam penjara enam bulan atau denda sekitar Rp 1 juta. Cheung menyatakan, kelompoknya tidak ingin membuat masalah dengan masyarakat lainnya, karena itu 400 nudis yang ia pimpin sepakat untuk menyewa pantai yang jauh dari keramaian, dan tidak terjangkau transportasi umum. Ia membantah kegiatan nudis yang dilakukan berbau porno. "Kami melakukan semua hal yang dilakukan manusia biasa, hanya kami tidak berpakaian," katanya. Kegiatan nudis bersama termasuk berolahraga. afp
150 Penumpang Kapal di Kongo Dikhawatirkan Tewas
KINSHASA -- Sekitar 150 penumpang feri yang melintas di Sungai Kasai, Kongo, terancam tewas setelah kapal itu terbalik dua hari lalu. Juru bicara Provinsi Kananga, Andre-Claudel Lubaya, mengatakan, kapal milik pengusaha lokal itu ditumpangi 190 penumpang, dan terbalik sekitar 30 kilometer dari kota tujuan, di dekat perbatasan Angola.
"Hanya 40 penumpang yang berhasil menyelamatkan diri. Sisanya belum muncul di permukaan," katanya. Saat ini petugas penyelamat telah dikirim ke lokasi kejadian untuk memastikan nasib penumpang yang terjebak.
Menurut Lubaya, kecelakaan terjadi ada kemungkinan karena jumlah penumpang yang melebihi kapasitas kapal, yaitu 120 penumpang. Selain mengangkut penumpang berlebihan, kapal itu juga mengangkut barang-barang yang melebihi daya angkut kapal. Upaya penyelamatan tidak dapat dilakukan dengan cepat karena lokasi kejadian sulit dijangkau, kecuali dengan transportasi air, yang memakan waktu lama. afp
No comments:
Post a Comment