Cari Berita berita lama

Ditelan Banjir di Bondowoso 10 Tewas, 6 Hilang

Selasa, 5 Pebruari 2002.
Ditelan Banjir di Bondowoso 10 Tewas, 6 HilangSurabaya, 5 Pebruari 2002 19:32BANJIR bandang disertai lumpur yang memutus jalur Situbondo-Bondowoso, hari ini menyebabkan sepuluh orang warga Bondowoso tewas dan enam orang lainnya hilang. "Itu berdasarkan informasi terakhir hingga sore ini," kata Kadispen Polda Jatim Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sad Harunantyo.

Menurutnya, ke-10 warga Bondowoso yang tewas adalah delapan warga desa Palongan, kecamatan Wringin serta dua warga desa Ardisaeng, kecamatan Pakem, sedang enam korban hilang berasal dari desa Palongan, kecamatan Wringin.

Ia menjelaskan delapan warga Palongan yang tewas adalah Asto (45), Ny Asto (40), Mardi (22), Amdi (18), Nida (50), Ti
(6), Rum (2), dan Bu Sari (30), sedang enam warga Palongan yang hilang adalah Suryani (35), Sei (5), Bu Lima (50), Bu Posen (60), Sur (30), dan Dulat (25).

"Untuk dua warga Ardisaeng yang tewas adalah Pardi (22) dan Dahna (18)," katanya.

Aparat kepolisian bersama Satkorlak Bondowoso saat ini sedang mencari enam warga yang hilang tersebut. "Untuk jalur transportasi hingga kini masih dialihkan melalui jalur Bondowoso-Jember dan seterusnya," katanya.

Banjir bandang yang terjadi di Situbondo sejak Senin (4/2) sore itu mengakibatkan tiga desa di kecamatan kota di Situbondo (desa Kotakan, Caporeng, dan Patokan) tenggelam, 300 rumah penduduk yang berada di bantaran sungai Sampenyan rata tanah, dan kini memutus sebuah jembatan di perbatasan desa Caporeng dan desa Kotakan yang menghubungkan kota Bondowoso dengan Situbondo. [Dh, Ant]

No comments:

Post a Comment