Cari Berita berita lama

detikcom - Aparat di Poso Tidak Ditambah, Pasukan BKO Tidak Ditarik

Selasa, 24 Oktober 2006.
Aparat di Poso Tidak Ditambah, Pasukan BKO Tidak Ditarik
Veronika Kusuma Wijayanti - detikcom
Jakarta -
Meski Poso, Sulteng sedang bergejolak, namun polisi menjamin situasi sudah kondusif. Aparat keamanan tidak ditambah dan pasukan bawah kendali operasi (BKO) juga tidak akan ditarik.

"Di sana itu kan sudah ada kapolda, sudah ada komandan yang bisa menyelesaikan dengan baik. Kita percaya pada pimpinan di wilayah masing-masing," ujar Kapolri Jenderal Pol Sutanto usai salat Id di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (24/10/2006).

Mengenai permintaan tokoh Poso agar pasukan BKO ditarik, Kapolri menyatakan, "Kita tidak akan menarik. Keberadaan mereka di sana kan untuk mengamankan situasi dan menjaga situasi yang sudah kondusif."

"Jangan sampai terjadi lagi teror-teror oleh oknum yang ingin mengacaukan Poso. Sampai saat ini tim Polri-Polda Sulteng bisa menangani dengan kerja sama tokoh-tokoh agama," pungkas Kapolri.

Pada Minggu 22 Oktober terjadi baku tembak antara warga dengan polisi dan Brimob yang sedang melakukan razia di Kelurahan Gebang Rejo, Poso, Sulteng. 1 Warga tewas serta 2 warga dan 1 polisi terluka. Polisi membantah kabar pihaknya menyerbu pesantren di kawasan tersebut dan mengklaim wargalah yang menyerang aparat dengan batu, bom rakitan dan senjata api.

Pada Selasa 24 Oktober dinihari sekitar pukul 00.15 WIB, tepat di hari Lebaran, Gereja Eklesia yang bernaung di bawah Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) di Jalan Pulau Seram, Kelurahan Gebang Rejo, Poso, Sulteng dibakar. Tidak ada korban jiwa.

(
sss
/
sss
)

No comments:

Post a Comment