Minggu, 6 Agustus 2006.
Takut Meninggal Akibat Kemoterapi Kanker Payudara
Yth. Dr. Zubairi, Saya beberapa waktu yang lalu divonis dokter menderita kanker payudara stadium dua. Usia saya saat ini 45 tahun. Kemudian payudara kiri saya dioperasi untuk diangkat tumornya. Dokter menganjurkan, setelah dioperasi, pengobatan dilanjutkan dengan kemoterapi dan penyinaran. Sebelum operasi dilakukan, kami memang telah membicarakan mengenai rencana pengobatan saya secara keseluruhan dan saya telah menyetujui untuk menjalani semua cara pengobatan yang dianjurkan dokter. Namun, saat ini saya merasa ragu menjalani kemoterapi. Pasalnya, beberapa waktu yang lalu, salah seorang teman saya nyaris meninggal saat menjalani kemoterapi. Memang kemudian dia tertolong dan berhasil melanjutkan jadwal pengobatannya sampai selesai. Saat ini pun dia tampak sehat. Bagaimanapun, saya tetap khawatir. Bagaimana jika saya mengalami hal yang sama dan tidak tertolong? Seberapa besar kemungkinan terjadi kematian akibat kemoterapi? Apa yang harus saya lakukan agar terhindar dari!
risiko tersebut? Mita, Jakarta Ibu Mita yang baik, Kemoterapi memang bukanlah prosedur yang ringan. Obat-obat kemoterapi bekerja untuk membunuh sel-sel kanker, namun terkadang ada sel-sel tubuh yang sehat yang ikut terpengaruh. Namun, bukan berarti kemoterapi harus dihindari, karena kemoterapi terbukti dapat mengurangi angka kematian sampai 27% dan menurunkan angka kekambuhan sampai 35% pada pasien kanker payudara stadium awal (stadium I sampai IIIa) yang berusia kurang dari 50 tahun. Sebenarnya, kejadian yang fatal akibat kemoterapi sampai menyebabkan meninggal sangat jarang terjadi. Salah satu yang berpengaruh adalah usia. Pada usia kurang dari 50 tahun angka kematian akibat kemoterapi adalah sekitar 0,2%, di atas 65 tahun menjadi 1,5%, sementara di antara kelompok umur tersebut (51-64 tahun) angka kematiannya 0,7%. Efek samping yang serius dari kemoterapi yang dapat menyebabkan kematian adalah gangguan berat pada sumsum tulang atau pada jantung. Efek yang berat pada jan!
tung menyebabkan menurunnya kemampuan jantung dalam memompa da!
rah ke s
eluruh tubuh. Sementara gangguan fungsi sumsum tulang menyebabkan produksi sel-sel darah seperti sel darah merah dan sel darah putih sangat menurun. Akibatnya jumlahnya di tubuh jauh menurun. Padahal sel darah merah dibutuhkan oleh tubuh untuk mengangkut oksigen ke sel-sel tubuh sementara sel darah putih dibutuhkan untuk melawan infeksi. Saya harap setelah membaca surat ini Ibu dapat memahami bahwa manfaat kemoterapi jauh lebih besar dibanding risiko kematian yang ibu khawatirkan. Saat ini, dengan kemajuan pengobatan kanker, efek samping yang berat, seperti gangguan berat pada fungsi sumsum tulang, sebagian besar dapat diatasi. Jadi, diperlukan persiapan yang baik sebelum dan selama menjalani kemoterapi, baik fisik maupun mental, sehingga efek-efek yang tidak diinginkan dapat diminimalisir atau dapat terkontrol. Persiapan fisik misalnya makan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup.
( )
No comments:
Post a Comment