Jumat, 11 Mei 2007.
BPLS Coba Resep Double Cover Dam Tutup Lumpur Lapindo
Fitraya Ramadhanny - detikcom
Jakarta -
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) akan mencoba resep baru untuk menahan semburan lumpur Lapindo. Resep ini dinamakan double cover dam.
Demikian disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (11/5/2007). Menurut Djoko, dam atau bendungan akan dibuat di sekitar pusat semburan dan akan menghambat lumpur.
"Lumpur yang keluar akan dibendung sehingga menjadi counter weight atau penyeimbang berat yang pada suatu saat akan menekan kembali lubang semburan," ujar dia.
Pria yang menjabat Ketua Dewan Pengarah BPLS ini menjelaskan double cover dam memiliki diameter 120 meter dan semburan lumpur berada di tengahnya. Dam ini berbahan logam berupa pipa-pipa yang disusun berjajar sampai membentuk lingkaran. Ketinggian dam mencapai 40 meter.
"Lumpurnya makin tinggi dan mengendap, nanti sekaligus jadi penyeimbang semburan dari bawah," lanjut Djoko.
Jika tumpukan ini sudah berhasil menekan kekuatan semburan, maka semburan bisa dikendalikan. Lumpur yang masih keluar diatur agar airnya mengalir ke Kali Porong sementara lumpurnya disegregasi dari kerikil, pasir dan tanahnya.
"Ini bukan pengamblasan, tapi ada kekuatan dari atas yang menahan semburan dari bawah," kata Djoko.
Menurut Djoko, resep ini sudah pernah dicoba di Filipina. Untuk itu, BPLS menggandeng Katahira and Engineers International, perusahaan Jepang yang berpengalaman dengan teknik ini. Presiden Direktur Katahira, Takashi Okumura pun diboyong ke Kantor Presiden untuk memberikan presentasi.
"Presiden mengapresiasi, dan meminta para ahli teknik sipil berkoordinasi dengan ahli geologi. Pada hari Senin 14 Mei 2007, mereka akan melapor ke saya," pungkas Djoko.
(
fay
/
nrl
)
No comments:
Post a Comment