Cari Berita berita lama

Republika - Pembelian Tanah SMK 1 Laladon Terkesan Janggal

Rabu, 7 Juni 2006.

Pembelian Tanah SMK 1 Laladon Terkesan Janggal












BOGOR -- Proses pembelian tanah untuk pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) I di Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor terkesan janggal. Pasalnya, tanah seluas lebih dari 6.000 meter persegi itu milik ketua Komisi B (membidangi anggaran) DPRD setempat dan harganya jauh lebih mahal dibanding harga lahan yang pernah disurvei tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Bogor, M Lukman, mengatakan bahwa proses pembelian lahan milik Yus Juher itu sudah selesai. Maksudnya, pemkab telah melunasinya seharga Rp 300 ribu per meter persegi. ''Pembayarannya memang sudah dua minggu lalu, karena tim survei menyatakan bahwa hal itulah yang lebih representatif dibanding dua lokasi lain yang disurvei oleh tim,'' ujar Lukman, Selasa (6/6). Disebutkan, tim yang dibentuk untuk menyurvei lahan tersebut terdiri dari Dinas P dan K, Tata Pemerintahan, dan Bappeda. Katanya, tim inilah yang membuat kesimpulan mana yang leb!
ih layak di antara ketiga lokasi lahan yang dikunjungi itu untuk rencana pembangunan SMK I Laladon. Namun, kesimpulan tim ini hanya merupakan usulan, yang menentukan adalah Dinas P dan K. Menurutnya, ada beberapa pertimbangan kenapa pihaknya lebih memilih lahan milik ketua Komisi B DPRD tersebut. Di antaranya, lebih strategis, karena berada di pinggir jalan dan warga setempat menghendaki adanya SMK. Mengenai masalah harga, katanya, memang merupakan pertimbangan dalam pemilihan lahan. Namun, dalam soal pembelian lahan untuk SMK ini, harga bukan pertimbangan utama. Ia mengakui dari tiga lokasi yang disurvei itu harganya saling berbeda. Namun, kenapa tim survei lebih memilih lahan milik Yus Juher yang harganya jauh di atas harga dari dua lokasi lainnya, Ia mengaku tidak mengetahuinya. Informasi yang diperoleh, harga lahan yang disurvei itu yang juga tidak kalah strategisnya, adalah Rp 150 ribu per meter persegi, namun tim memilih lahan yang harga 100 persen lebih mahal yakni R!
p 300 ribu per meternya. ''Soal itu saya tidak tahu,'' kata Lu!
kman. K
etua Komisi A DPRD setempat, Lalu Suryade, mengatakan selain pihaknya akan melakukan penyelidikan atas kasus tersebut, Dewan Kehormatan DPRD (DKD) juga tengah mempelajarinya. Sebab memang diduga bahwa lahan yang dibeli itu adalah milik salah seorang anggota dewan.
(kho )

No comments:

Post a Comment