Kamis, 4 Oktober 2007.
Menanti Bank Syariah Pertama di Kanada
Kanada tampaknya tidak lama lagi akan mengikuti jejak Inggris untuk membuka layanan bisnis keuangan syariah. Harapan itu muncul setelah otoritas perbankan Kanada telah menerima dua permohonan pendirian bank syariah di negaranya yang diajukan dua grup perbankan. Permohonan itu diajukan karena Kanada dinilai memiliki potensi pengembangan bisnis perbankan syariah yang cukup signifikan. Menurut Managing Director of Approvals and Precedents, Office of the Superintendent of Financial Institutions (OSFI), Normand Bergevin, bila permohonan kedua grup perbankan disetujui, maka pendirian kedua bank syariah akan menjadi bank syariah pertama di Kanada. Dengan demikian, masyarakat Kanada dapat mulai mengakses produk dan layanan perbankan syariah. ''Ini akan menjadi dua bank syariah pertama,'' katanya sebagaimana dilansir situs berita www.gulf-times.com, Rabu, (26/9). Menurut Bergevin, industri perbankan syariah berbeda dengan industri perbankan konvensional. Bank syariah hanya dap!
at memberikan kredit atau pembiayaan yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Di antaranya adalah tidak adanya pengenaan bunga bank melainkan konsep pembiayaan syariah lain dan tidak berhubungan dengan judi dan alkohol. Bergevin menyebutkan, industri perbankan syariah Kanada diestimasi tumbuh pada kisaran 15 persen per tahun. Bahkan, beberapa bank besar asal Barat telah memiliki divisi perbankan syariah. Di antaranya adalah HSBC Holdings dan Barclays. Menurut Bergevin, proses pengajuan izin untuk mendirikan bank di Kanada cukup memakan waktu. Dalam pengajuan izin tersebut, umumnya proses izin memakan waktu minimal enam bulan. Bahkan, untuk area bisnis perbankan baru seperti perbankan syariah, permohonan izin kemungkinan memakan waktu lebih lama. ''Ketika rencana bisnis memiliki banyak produk yang yang kita tidak familiar, saya kira proses pengkajian dan pembahasan izin akan memakan waktu lebih lama,'' katanya. Bergevin menyebutkan, bila kedua grup mendapatkan rekomen!
dasi dari OSFI, terdapat satu langkah izin lagi yang perlu dil!
akukan o
leh mereka. Langkah tersebut berupa kebijakan dari Menteri Keuangan Federal. ''Jadi setelah mengkaji permohonannya, OSFI akan membuat rekomendasi kepada menteri keuangan federal, beliau yang akan memutuskan kebijakan terakhir,'' katanya. Menurut Stuart Carruthers dari firma hukum Stikeman Elliot, Toronto, Kanada sebetulnya merupakan pasar yang cukup menarik bagi pengembangan layanan perbankan syariah. Karena negara tersebut memiliki populasi warga Muslim cukup besar dan diprediksi terus tumbuh di masa mendatang. Hal itu dipicu karena keluarga Muslim Kanada umumnya cukup besar dan masih muda. Berdasarkan data bersumber situs wikipedia, jumlah populasi Muslim di Kanada pada akhir tahun lalu diestimasi sebanyak 783.700 jiwa atau mengkomposisi sekitar 2,5 persen dari total populasi negara tersebut. Sedangkan, berdasarkan sensus penduduk pada 2001, jumlah populasi Muslim Kanada tercatat sebanyak 579.640 jiwa. Sebagian besar Muslim Kanada berasal dari keluarga Muslim yang berimig!
rasi masuk dari berbagai negara Timur Tengah. Hanya sedikit warga Kanada non Muslim yang pindah agama menjadi Muslim. Masuknya mereka ke Kanada karena berbagai alasan, Di antaranya untuk belajar pendidikan tinggi, pekerjaan, dan reunifikasi keluarga. aru
( )
No comments:
Post a Comment