Cari Berita berita lama

Loading...

Republika - Islam yang Berkemajuan

Sabtu, 15 September 2007.

Islam yang Berkemajuan












Nostalgiawan Wahyudhi Mahasiswa Postgraduate Studies, Kulliyah of Political Science International Islamic University Malaysia Konsep Islam Hadari menyeruak beberapa saat setelah Abdullah Badawi terpilih menjadi ketua OKI. Islam Hadari menjadi ikon utama yang diusung selama kepemimpinannya dalam OKI untuk mewujudkan Islam yang lebih ramah sebagai peradaban, sesuai dengan makna hadari yang berarti peradaban. Tentu saja konsep yang visioner ini mendapatkan sambutan hangat dan menjadi harapan baru bagi negara-negara anggota OKI. Dalam mewujudkan cita-cita yang besar ini, Badawi harus mengeluarkan energi lebih banyak untuk membuktikan langkahnya. Maka tak heran, internasionalisasi konsep ini merupakan langkah lanjut setelah dipopulerkan secara massif di Malaysia. Ia sangat berambisi Islam Hadari ini dapat terlaksana sukses di Malaysia dan menjadikan Malaysia sebagai konsep negara percontohan Islam Hadari dunia. Namun konsep ini menjadi pertanyaan publik ketika embrionya, Pe!
rkampungan Hadari, diwujudkan di Negeri Kelantan, Malaysia. Islam Hadari memang menginspirasi negara-negara Islam di dunia, namun hal ini sarat dengan kepentingan politik dan bukan konsep baru. Gencarnya kampanye Islam Hadari akhir-akhir ini dengan mendirikan Perkampungan Hadari yang dilaksanakan Badawi penuh dengan muatan politis. Pemilihan umum yang semakin dekat membuat Badawi menyiapkan manuver politik untuk mendukung eksistensi politiknya. Dia dan UMNO harus menunjukkan komitmen yang lebih untuk tetap menjadi benteng yang membela orang melayu dan Islam. Karena itu pemilihan isu Islam Hadari sebagai agenda politik dan membawanya ke dunia internasional akan menumbuhkan nasionalisme yang tinggi bagi orang melayu dan komitmen yang lebih kepada Badawi dan tunggangan politiknya. Pengaburan kata Islam dalam Perkampungan Hadari membuktikan Badawi kehilangan visinya untuk mewujudkan Islam Hadari. Hal ini diperkuat dengan pelaksanaan Perkampungan Hadari yang tidak terkonsep dan !
tidak inspiratif. Hanya dengan mendirikan perkampungan pedagan!
g yang m
enjual hasil bumi, VCD, kain tenun, dan kerajinan serta menyebut pemimpinnya sebagai khalifah, perkampungan ini tidak ubahnya seperti pasar malam dadakan. Badawi seperti kehilangan metode untuk mendudukkan Islam dan bagaimana mengejawantahkan Islam Hadari dalam Perkampungan Hadari buatannya, hingga tabloid Harakah edisi 1342 menyebutnya sebagai 'akuarium jadi-jadian' yang menyediakan 200 gerai untuk eksibisi benda. Dalam hal ini Badawi tidak berhasil memberikan warna khusus bagi Perkampungan Hadari yang membedakannya dengan pasar rakyat biasa, sehingga ia gagal memberi kesan awal bagi masyarakat Malaysia dan lebih menganggapnya sebagai kepentingan politik. Pelaksanaan perkampungan percontohan di Kelantan semakin mengindikasikan kampanye Islam Hadari sangat bersinggungan dengan kampanye politik. Kelantan merupakan negeri bagian Malaysia yang memiliki tradisi Islam yang kuat dan satu-satunya negeri yang tidak pernah berhasil dikuasai UMNO. Badawi menggunakan Islam Hadari untuk!
memikat hati rakyat Kelantan, bahwa UMNO juga membela Islam dan lebih berkomitmen membawanya ke dunia internasional. Perkampungan Hadari ini juga ternodai oleh penyataan politik dari pemimpin UMNO Kelantan, bahwa jika UMNO diberi kekuasaan di Kelantan, maka ia akan membuat Islam yang lebih istemewa dari partai yang sedang berkuasa saat ini. Pernyataan ini sungguh mengecewakan harapan masyarakat Islam Melayu yang mengharapkan kesungguhan untuk mendirikan Islam Hadari tanpa politisasi. Secara konsep, Islam Hadari yang dibawa Abdulah Badawi sangat pragmatis dan mentah. Ia menggambarkan Islam Hadari sebagai peradaban yang menguasai dunia dari segi ekonomi saja. Dalam arti Badawi tidak berbicara bagaimana nilai Islam turut serta mewarnai dunia dalam konsep Islam Hadarinya, karena pada kampanye Islam Hadari ini Badawi lebih membutuhkan efek politiknya dibanding Islam Hadari itu sendiri. Konteks Indonesia Di Indonesia sendiri, istilah Islam Hadari memang terdengar asing dan baru.!
Namun konsep ini sudah ditulis oleh KH Mas Mansur pada tahun !
1937. Da
lam sebuah bukunya, beliau telah menggagas 'Islam yang berkemajuan'. Secara visioner KH Mas Mansur memiliki ide yang sama, bahwa Islam akan maju dan berpengaruh jika Islam hadir sebagai peradaban. Namun secara konseptual, KH. Mas Mansur memiliki ide yang lebih matang bahwa untuk mencapai Islam yang berkemajuan, maka umat Islam harus maju dalam segi keagamaan, pendidikan, dan amal usaha. Pertama, Islam Hadari versi KH Mas Mansur tidak saja terkonsentrasi pada sisi ekonomi (amal usaha), namun dengan berani beliau menempatkan aspek ekonomi di bagian paling belakang pencapaian Islam berkemajuan. Lebih mengakar lagi, beliau menempatkan porsi keagamaan pada posisi terpenting sebagai fondasi awal untuk membangun peradaban. Hal ini bisa diartikan bahwa yang diharapkan beliau bukanlah umat Islam yang menguasai ekonomi kapitalis dunia, tetapi umat Islam yang menguasai ekonomi Islam yang mempengaruhi dunia. Kedua, pendidikan yang berkeislaman diperlukan untuk membentuk sumber daya manu!
sia kompetitif dan religius. Dua karakter kepribadian ini sangat penting untuk membangun peradaban Islam. Karena itu sangat penting membangun sebuah institusi pendidikan Islam yang berkualitas internasional untuk mencapai dua karakter sumber daya manusia tersebut. Disamping itu pendidikan yang berkeislaman juga berperan untuk menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang maslahat bagi umat. Ketiga, ekonomi yang berkeislaman sangat diperlukan untuk membangun karakter bisnis yang adil dan menguntungkan bagi semua pihak. Bukan hanya menguasai pasar internasional, tetapi dengan teknologi dan jiwa yang adil, umat Islam memberikan warna tersendiri bagi perekonomian dunia. Perekonomian yang berjiwa dan berkarakter sehingga menciptakan sistem yang konstruktif. Ide besar KH Mas Mansur sebetulnya memberi kesempatan lebih bagi masyarakat Indonesia untuk menerapkan Islam Hadari dengan lebih baik.
( )

No comments:

Post a Comment